Dalam rentang waktu yang tidak cukup setahun, Musala Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) mendapatkan dua kali bantuan dana pembangunan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Malaysia. Bantuan pertama datang pada Mei lalu sebesar Rp50juta. Desember mendatang, bantuan kedua menyusul sebesar Rp100juta.
Berdasarkan penuturan Drs. Yusron Wikarya, M. Pd., Pembantu Dekan I FBS, sebenarnya bantuan pertama yang dianggarkan oleh kedubes sebanyak 60 juta, namun uang yang turun hanya 50 juta. "Dana tersebut sudah digunakan untuk pembuatan tempat wuduk," ungkapnya, Selasa (15/11).
Pada 16 September lalu, Prof. Dr. Rusdi Thaib, mantan dekan FBS yang sekarang menjadi Tim Teknis Atase di Kedubes RI Malaysia, bersama rombongan mendatangi FBS untuk mengevaluasi penggunaan dana Rp50juta. Ketika itu, Kedubes akan memberikan kekurangan dana sebelumnya sebesar Rp10juta. Namun, setelah dipaparkan seluruh kebutuhan untuk merampungkan pembangunan, pihak Kedubes berjanji akan mendanai seluruh kebutuhan pembangunan musala hingga selesai.
Lebih lanjut Yusron menjelaskan, anggaran dana bantuan sebanyak 50 juta awalnya berasal dari anggaran dana Kedubes untuk pembangunan SMP di Pariaman pascagempa Sumatera Barat 2009. Begitu juga bantuan yang akan datang ini, berasal dari sisa bantuan pascagempa. Oleh karena itu, Kedubes RI di Malaysia mengusulkan agar FBS mengajukan surat permohonan dana guna pembangunan musala. "FBS juga termasuk korban gempa bumi 2009, tidak ada salahnya jika dana tersebut digunakan untuk pembangunan musala," ujarnya, Selasa (15/11).
Abdul Maujud selaku Kepala Bagian Tata Usaha FBS mengatakan, rombongan kedubes juga telah mendatangi FBS pada 4 November lalu dalam rangka silaturrahmi dan diskusi tentang permasalahan Indonesia dan Malaysia. Selain itu, kedatangan kedubes sekaligus meminta surat permohonan yang berisi rincian dana untuk pembangunan musala. Dalam surat permohonan tersebut, tercatat sebesar Rp183.940.000,- untuk plasteran dinding, konsen jendela, lantai granit, loteng gipsun dan cat dinding. Dana tersebut direncanakan akan cair pada Desember 2011. "Jumlah yang akan diterima belum bisa dipastikan, tetapi kita berharap sekurang-kurangnya 100 juta bisa diterima." harapnya, Rabu, (23/11).
Terakhir, Maujud menjelaskan dana yang telah digunakan untuk pembangunan musala sudah sebesar 500 juta. Dana tersebut diperoleh secara bertahap dari sumbangan wisuda, dana fakultas, bantuan Kedubes Malaysia dan pengalokasian beberapa dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dalam dana APBN, sebenarnya tidak ada anggaran untuk musala secara khusus, namun pihak fakultas mensiasati dana tersebut dengan pembangunan laboraturium pembinaan akhlak. "Semoga pada awal 2012, musala FBS bisa digunakan," harapnya, Rabu (23/11). Nunung*
Komentar (0)