Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang (UNP) genap berusia 30 tahun. Memperingati hal tersebut, Kru SKK Ganto periode 2019 mengadakan Gebyar dengan tema "Semangat Berseri di Bulan yang Suci" di Ruang Sidang Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) lantai 2 UNP, Sabtu (18/5).
Selain dimeriahkan oleh kru dan anak magang, acara Gebyar yang bertemakan black pink ini ikut dihadiri dewan ahli, alumni, penggagas Ganto yaitu Harris Efendi Tahar dan Abdul Maujud, dan juga staf ahli.
Ketua Pelaksana, Annisa Erda Walanda berharap Ganto lebih semangat dalam berkarya dan semakin jaya di bidang jurnalistik. Senada dengan Annisa, Pemimpin Umum SKK Ganto, Putri Radila mengatakan bahwa Ganto sudah cukup matang dari segi usia. "Semoga karya Kru Ganto dapat diterima oleh sivitas akademika UNP," harapnya.
Salah seorang Alumni Ganto yang sudah lama bergerak di bidang jurnalistik, Yurnaldi mengatakan bahwa regenerasi Ganto sekarang ini sudah lebih banyak dibanding eranya. Ia juga mengatakan bahwa seorang jurnalis merupakan suatu pekerjaan yang luar biasa, bukan hanya terkait tulis menulis saja. Ia berharap Ganto bisa cetak lebih dari saat sekarang ini. "Ini bisa dibicarakan dengan pihak birokrat," tuturnya.
Selain bergerak di media cetak, Ganto juga eksis di media online seperti web dan Ganto Tv di Youtube.
Staf Ahli Cerpen Ganto, Refisa Ananda, M. Pd., mengatakan bahwa Ganto sebagai media pembelajaran dan aksi nyata mendukung literasi nasional. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dari awal terbentuknya, Ganto sudah mengalami perubahan nama dan menghasilkan alumni-alumni yang luar biasa. "Selama universitas ini berdiri, selama itu juga Ganto tetap bertahan," harapnya.
Staf Ahli Konsultasi Agama sekaligus penceramah pada acara Gebyar serta buka bersama Ganto, Ahmad Kosasih, M.A., berpesan bahwa sebagai surat kabar kampus lebih berhati-hati dalam membuat berita dengan memperhatikan hoaks yang berkembang.
Komentar (0)