Panitia Pemilihan Umum (PPU) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan Pemungutan Suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS di Pendopo FBS UNP, Rabu (8/5).
Dalam Pemilu tahun ini, surat suara dibagi ke dalam kotak surat suara yang berbeda sesuai dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) berdasarkan jurusan masing-masing. Sektretaris PPU FBS UNP, Siti Masrika mengatakan bahwa hal itu bertujuan untuk menghemat waktu dan mempermudah pekerjaan PPU.
TPS yang disediakan tahun ini, kata Rika, sesuai dengan jumlah jurusan yang ada di FBS, yakni TPS 01 untuk Jurusan Sendratasik, TPS 02 untuk Jurusan Bahasa Indonesia, TPS 03 untuk Jurusan Bahasa Inggris, dan TPS 04 untuk Jurusan Seni Rupa. Masing-masing TPS, lanjutnya, diawasi oleh dua orang PPU dan satu orang saksi dari kedua pasangan calon (paslon)
"Berkaca dari tahun kemarin, ketika kotak suara disatukan akan menghabiskan waktu yang sangat lama. Sementara kita saat ini sedang dalam Bulan Ramadhan, kita berharap dapat melaksanakan sholat tarawih juga," ujarnya, Kamis (9/5).
Siti menambahkan bahwa Pemilu BEM FBS kali ini mengalami beberapa kendala di lapangan. Di antaranya, saksi masing-masing pasangan calon yang telat datang ke lokasi sehingga pelaksanaan Pemilu juga telat.
Selain itu, Siti juga mengungkapkan bahwa harusnya Pemilu dimulai pukul 08.00 WIB, tetapi karena para saksi telat, Pemilu akhirnya dimulai pukul 09.30. Pada pukul 09.30 itu, lanjutnya, dilakukan pengecekan surat suara dengan disaksikan para saksi setelah disepakati oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dan Panitia Pengawas Pemilu.
Siti menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa FBS yang terdaftar dan aktif di kampus pada periode Januari-Juni 2019 sebanyak 4.640. Ia menambahkan bahwa surat suara telah dicetak sebanyak jumlah mahasiswa, tetapi yang dikeluarkan dan telah distempel sebanyak 2.994 surat suara.
Sebagai syarat memilih, lanjut Siti, mahasiswa FBS harus membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau menunjukkan Kartu Rencana Studi (KRS)."Tujuannya untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar mahasiswa FBS yang masih aktif kuliah," tutur Siti.
Terkait pelaksanaan Pemilu BEM FBS tahun ini, salah seorang Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia TM 2017, Nurhayani mengatakan bahwa Pemilu tahun ini tidak seperti tahun kemarin. "Antusias mahasiswa pada Pemilu tahun lalu lebih tinggi," ujarnya, Rabu (8/5)
Komentar (0)