Setelah mengadakan diskusi, tambahnya, peserta kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka pada Seminar Hasil P3N-KC, Kamis (1/12). Peserta yang mewakili masing-masing angkatan melaporkan apa yang mereka bahas dalam diskusi tersebut. Begitu juga dengan fasilitator, dengan 5 orang perwakilan mereka menyampaikan kesimpulan dari diskusi yang telah dijalankan.
Mengenai pendidikan karakter sendiri, Sri mengaku sangat mendukungnya. Menurutnya, P3N-KC bermanfaat untuk membentuk karakter seorang mahasiswa. Namun, ia masih tidak paham tindak lanjut dari kegiatan ini seperti apa. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan ke depannya," ujarnya Rabu (30/11). Hal yang sama juga dirasakan peserta lain, Ferdino WS, mahasiswa Administrasi Pendidikan TM 2010, ia juga tak tahu apa tugasnya sebagai peserta selanjutnya.
Menanggapi hal ini, Prayitno menjelaskan setelah kegiatan P3N-KC ini, peserta mempunyai kesempatan menjadi co-fasilitator pada tahap kedua P3N-KC nantinya. Sebagai co-fasilitator, peserta mendampingi fasilitator dalam membina mahasiswa. Prayitno berharap para peserta mampu mengamalkan nilai-nilai karakter cerdas yang sudah disosialisasikan dan menyebarkannya pada mahasiswa lain. Dengan memiliki pengalaman ini, tambahnya, mahasiswa bisa menghasilkan tulisan-tulisan baru bagi pendidikan karakter ke depannya. "Mahasiswa bisa menulis untuk kemajuan pendidikan karakter ke depan," tutupnya, Jumat (9/12). AmiJaer*
Komentar (0)