Alwen juga mengungkapkan bahwa sebelum ujian dimulai, diberi pelatihan kepada siswa selama 30 menit. Siswa tidak boleh datang terlambat karena ia tidak dapat mengikuti ujian lagi. "Terlebih jika ia hanya memperoleh jatah satu kali ujian," ujar Alwen saat ditemuiGantopada hari kedua pelaksanaan UTBK, Minggu (14/4).
Dalam pelaksaan UTBK ini, kata Alwen, ruangan dikelola oleh pengawas dan teknisi. Keduanya harus memilikiskillmengenai jaringan dan melek teknologi. Pengawas bertugas memantau siswa, sedangkan teknisi bertugas membantu siswa jika mengalami kesulitan saat mengerjakan ujian. "Sebelum bertugas, pengawas dan teknisi masing-masingnya memperolehchoaching," tutur Alwen.
Selain itu, Alwen menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang prinsipal. Setelah dilakukan evaluasi pada hari pertama, lanjutnya, kendala terdapat pada kelengkapan administrasi peserta, seperti kartu tanda peserta, ijazah, dan dokumen lainnya. "Siswa calon mahasiswa itu beralasan lupa membawa atau hilang," ungkapnya.
Lebih lanjut Alwen menjabarkan bahwa untuk kendala teknis yang ditemui berupa komputer yangloading-nya lama, sinyal tidak ada, dan komputer yang reset sendiri. Namun, hal tersebut dapat diatasi dan tidak menjadi permasalan besar. "UNP telah bekerja sama dengan PLN dan Telkom demi kelancaran UTBK ini," tuturnya. Terkait dengan komputer yang tersedia, Alwen menyebutkan bahwa jumlahnya mencukupi bahkan di tiap titik pelaksanaan UTBK ada sekitar empat sampai lima komputer cadangan. "Jadi sudah ada antisipasi sebelum terjadi kendala yang menyulitkan peserta," ujarnya.
Senada dengan Alwen, Kepala Biro dan Kemahasiswaan UNP, Drs. Yushamdi, M.Pd., mengatakan bahwa UTBK di UNP tidak menggunakansmartphone. Ujian dilaksanakan di sejumlah titik menggunakan komputer yang telah disediakan. Yushamdi juga menjelaskan bahwa hasil UTBK ini nantinya akan dipakai untuk memilih program studi ketika calon mahasiswa hendak mendaftar ke Perguruan Tinggi. "Jadi, ketika SBMPTN, tidak ada lagi ujian dan pembayaran, peserta hanya tinggal mendaftar dan memilih program studi di Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkan," ucapnya kepadaGanto, Minggu (14/4).
Tahun lalu UTBK juga ada di UNP, kata Yushamdi, tetapi tidak semua hanya sedikit. Jumlah peserta UTBK di UNP tahun ini, lanjutnya, yaitu 30.664 orang. "Peserta yang mendaftar berasal dari seluruh provinsi di Indonesia," jelasnya.
Komentar (0)