Ketika diminta pendapat mahasiswa yang fakultasnya tidak memberlakukan wajib TOEFL, Adriyan Syofrida, Mahasiswa Teknologi Pendidikan TM 2008 sangat mendukung jika pihak kampus menerapkan TOEFL di setiap fakultas. Selain untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris, tambahnya, sertifikat TOEFL juga berperan dalam memperoleh pekerjaan. "Banyak pekerjaan yang meminta kita mampu berbahasa Inggris," jelasnya, Jumat (18/11).
Di UNP sendiri, Balai Bahasa UNP telah menyelenggarakan TOEFL bagi mahasiswa UNP maupun pihak luar. Menurut Kepala Balai Bahasa UNP, Dra. Yenni Rozimela, M.Ed. Ph.D., pihak Balai Bahasa membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin TOEFL. Namun TOEFL ini masih sebatas prediksi dan belum bersifat internasional. "Jika ingin TOEFL International langsung saja ke ITC di Jakarta," ujarnya, Jumat (18/11). Selain itu, Yenni menambahkan Balai Bahasa UNP juga menyediakan bimbingan selama duapuluh kali pertemuan untuk siapa saja yang akan mengikuti TOEFL. Peserta dibimbing dan dipandu mengenai bahasa Inggris sebelum mengikuti TOEFL. "Jadi ketika TOEFL, persiapan peserta sudah mantap," tutupnya, Jumat (18/11). Rita*, Winda*
Komentar (0)