Dalam sistem perdagangan di era milineal ini, yang berubah adalah polanya. Pergerakan revolusi industri 4.0 semakin cepat berkembang, sehingga pola dalam perdagangan pun berubah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Bina Usaha, Dr. I Gusti Ketut Astawa, S. Sos., M. Hum., dalam acara Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perdagangan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/2).
Saat ini pola atau sistem e-commerce, kata I Gusti, menguasai industri perdagangan. Hal ini merupakan tanda bahwa pergerakan revolusi industri 4.0 sudah berjalan," ujarnya.
I Gusti menuturkan bahwa sistem e-commerce memiliki tantangan tersendiri. Diantaranya bagaimana produsen menjamin kepercayaan konsumen, kelayakan barang, dan juga peluang terjadinya penipuan. "Hal tersebut harus dapat diatasi oleh para pelaku perdagangan dalam sistem e-commerce," ucap I Gusti.
Dalam sistem e-commerce, tutur I Gusti, ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni bertanggung jawab dan berkeadilan. Selain itu, antara sistem e-commerce dan offline harus disinkronkan dan diperkuat sama-sama.
I Gusti juga menjelaskan bahwa hal terpenting dalam sistem perdagangan Indonesia saat ini, yaitu terciptanya produk lokal yang dapat mendunia melalui e-commerce. Adanya inovasi dan kreatifitas sangat diharapkan dalam sistem e-commerce.
Selain itu, I Gusti juga menuturkan bahwa ada empat aspek penting dalam sistem e-commerce, yakni pedagang, market place, konsumen, dan jasa pengiriman. Jangan takut bersaing, tunjukkan kualitas barang dagangan dan perbanyak relasi. "Setiap ada peluang, tentu akan ada tantangan," ujar I Gusti.
Komentar (0)