Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar acara Spirit for Peduli Bencana (Spirulina) di depan Laboratorium Biologi FMIPA UNP, Sabtu (2/3).
Bertemakan "Mewujudkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana", acara ini dikhususkan bagi mahasiswa baru Jurusan Biologi Tahun Masuk 2018 dan Mahasiswa Jurusan Biologi pada umumnya.
Wakil Ketua HMJ Biologi FMIPA, Isyaid Al-Wagges mengatakan bahwa acara ini mendatangkan pemateri yang akan membahas cara menanggulangi bencana dan simulasi penanggulangan bencana. "Kita mendatangkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, Bapak Sinaga," ujarnya.
Selain itu, Isyaid juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak pulau yang dikelilingi lautan dan banyak gunung berapi yang aktif di daratan. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia dinamakanring of fire. "Bencana tidak tahu kapan datangnya, yang perlu kita lakukan adalah menanggulangi dampaknya," ujar Isyaid.
Sejalan dengan Isyaid, Sekretaris Jurusan Biologi FMIPA UNP, Dr Syamsurizal, M. Biomed., mengatakan bahwa bencana rentan terjadi. "Salah satunya, saat ini di Sumatera Barat, gempa sering terjadi," ucapnya.
Bencana, kata Syamsurizal, tidak dapat ditunda, tetapi dapat diminimalisir efeknya. Penanggulangan bencana dapat dilakukan dalam dua aspek, yakni aspek materi dan aspek spiritual. Aspek materi berkenaan dengan ilmu mengenai cara menanggulanginya. "Dikaji dari aspek spiritual, bencana terjadi sebagai balasan perbuatan manusia," ungkap Syamsurizal.
Selain itu, Syamsurizal mengatakan bahwa posisi UNP yang dekat dari laut menambah kerentanan adanya tsunami yang terjadi setelah adanya gempa. Seluruh mahasiswa UNP, kata Syamsurizal, harus tahu cara penangulangannya dan tidak bersikap panik saat bencana terjadi.
Komentar (0)