Ada tujuh program studi (prodi) di UNP yang akreditasinya sudah melewati masa tenggang pada 2011. Teknik Pertambangan (DIII), Akutansi (SI), Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (SI), Pendidikan Fisika (SI), Pendidikan Sejarah (SI), Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (SI), dan Pendidikan Teknik Bangunan (SI). Hal ini diungkapkan Azhari Suwir, SE Kepala Bagian Pendidikan dan Kerjasama BAAK. Ketujuh prodi ini menurut Azhari telah dihimbau untuk mengajukan permohonan akreditasinya ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)."Rektor pun juga meminta prodi agar membentuk tim khusus untuk perbaharuan akreditasi ini," tutur Azhari, Kamis (18/11).
Wahyuni Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah TM 2008, mengaku tidak mengetahui akreditasi prodinya sudah kadaluarsa. Walaupun begitu, ia mengharapkan pihak jurusan segera mengurusnya. Ia mengatakan kalau dalam akreditasi mahasiswa sebaiknya turut berpartisipasi. Salah satunya dengan selalu hadir di setiap perkuliahan. Banyak mahasiswa yang tidak peduli dengan kehadiran mereka. "Padahal absensi juga dibutuhkan untuk peningkatan kualitas jurusan," jelasnya, Sabtu (26/11).
Sedangkan menurut Edmiardi, M. Hum Sekretaris Jurusan Sejarah, keterlambatan dalam mengurus akreditasi ini disebabkan persyaratan dari BAN-PT yang semakin rumit dan berbeda dari sebelumnya. Syarat yang diminta BAN-PT lebih detail dari yang sebelumnya sehingga butuh ketelitian lebih Selain. itu, adanya ketimpangan dari pihak jurusan juga menyebabkan proses akreditasi sedikit terbengkalai. Namun Edmiardi menegaskan pihak jurusan akan berusaha keras dalam proses akreditasi ini. "Mahasiswa tidak perlu cemas," terangnya, Senin (29/11).
Pada Prodi Pendidikan Fisika, pengurusan akreditasi yang seharusnya dilakukan enam bulan sebelum jatuh tempo tersebut disebabkan proses evaluasi diri yang lama. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jurusan Fisika FMIPA UNP, Dra.Yurnetti, banyak persiapan dan unsur-unsur yang harus dipenuhi pihak prodi, "Memang butuh banyak waktu," jelasnya, Rabu (23/11). Meskipun demikian, pihak prodi telah mengajukan permohonan akreditasi pada 7 November dan sedang menunggu hasilnya dari BAN-PT.
Dalam pembaruan akreditasi, Azhari menjelaskan, bahwa masing-masing prodi memang harus membentuk tim khusus yang terdiri dari empat orang dosen. Melalui tim tersebut, akan diurus segala keperluan akreditasi, seperti merekap data jumlah lulusan prodi, jumlah alumni, kinerja para dosen, dan prestasi yang pernah diraih. Azhari menegaskan, akreditasi sangat berpengaruh bagi mahasiswa yang telah lulus dalam menempuh karir. "Kasihan juga mahasiswa nantinya sulit mencari pekerjaan jika akreditasi jurusannya bermasalah," ungkapnya, (18/11). Tilla*
Komentar (0)