Demi terwujudnya kebijakan yang baik bagi perempuan Indonesia, Forum Perempuan (FP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Barat menyelenggarakan Aksi Perempuan Anti Golput di Area Car Free Day Jalan Khatib Sulaiman, Padang, Minggu (24/2).
Aksi yang menggunakan jargon "Saya Perempuan Saya Memilih" ini mengajak perempuan Indonesia, khususnya perempuan Sumatera Barat untuk ikut serta dalam memilih pemimpin negara Indonesia. Perempuan harus sadar dan menggunakan hak pilihnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM Universitas Negeri Padang, Rahayu Sriwahyuni selaku Koordinator Media FP, dalam orasinya mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk mencerdaskan perempuan Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya. Perempuan Indonesia harus berani menyuarakan hak pilihnya dalam pemilihan umum.
Populasi perempuan di Indonesia, kata Rahayu, lebih banyak dibanding laki-laki. Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, termasuk dalam hal pemerintahan. "Perempuan harus cerdas menggunakan hak suaranya, jangan mau golput," ujarnya.
Rahayu juga menjelaskan bahwa jumlah rakyat Indonesia yang golput kebanyakan dari perempuan. Hal ini karena adanya stigma negatif bahwa perempuan tempatnya hanya di dapur, kasur, dan sumur. "Perempuan Indonesia tidak boleh lemah akan hak-haknya," tegas Rahayu.
Aksi Perempuan Anti Golput ini, kata Rahayu, terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya Long March mulai dari Simpang Presiden hingga ke Transmart, bagi-bagi stiker anti-golput, dan orasi.
Komentar (0)