Bencana merupakan peristiwa atau kejadian yang dapat mengancam kehidupan banyak orang dengan dampak besar yang dimiliki. Seperti penjelasan Aga Nanda Eko Putra, selaku pembicara dalam acara Forum Dikusi Ilmu Administrasi Negara, di Ruang Senat lantai 3 Gedung Rektorat Lama, Kamis (7/2).
Forum diskusi ini mengangkat tema Bencana Alam, Antisipasi Administrasi, dan Penanggulangan Kemanusiaan. Dalam penyampaiannya, Aga menjelaskan kondisi kota Padang yang rawan akan terjadinya bencana, dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai lebih kurang satu juta jiwa dengan rata-rata 60% masyarakat berada di zona merah tsunami, serta topografi kota Padang yang terletak kurang dari 10 meter dari permukaan laut. Menurutnya, peran dari masyarakat dalam kesiapsiagaan sebuah bencana sangatlah diperlukan.
Aga menyampaikan bahwa ada tahapan-tahapan dalam menghadapi sebuah bencana, di mulai dari pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Pada tahapan pra bencana ini meliputi, yaitu kesiagaan kita dalam menghadapi bencana yang akan datang, peringatan dini, serta mitigasi bencana.
Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, melalui pembanguna fisik maupun peningkatan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. "Kurangnya mitigasi dan kesiapsiagaan akan bencana membuat kita sering mendapat serangan panik ketika sedang mengalaminya", ujarnya.
Tahapan kedua yaitu saat bencana. Meliputi, tanggap darurat, dan bantuan darurat. Menurut penjelasan Aga, tanggap darurat merupakan bagaimana reaksi kita terhadap bencana yang sedang berlangung tersebut. Misalnya, cara kita melindungi diri dengan bersembunyi di bawah meja apabila tidak sempat lari keluar ruangan.
Lalu, tahapan pasca bencana. Meliputi, rehabilitas dan rekontruksi. Tahapan ini merupakan penanggulangan dalam sebuah bencana yang terjadi. "Memang sebaiknya melakukan pencegahan dini dibanding melakukan pengobatan (penanggulangan)," ujarnya.
Komentar (0)