Unit
Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadiri acara Hari Bakti Transmigrasi ke-68 di Bengkulu Utara yang dilaksanakan pada 13 dan
14 Desember 2018 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh Kementrian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI ini dihadiri oleh delapan Balai
Pelatihan Masyarakat se-Indonesia yang ada di provinsi Aceh hingga Jambi.
Ketua Umum UPKK UNP, Aldo Mahyandra mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Bakti Transmigrasi se-Indonesia yang merupakan salah satu hari besar nasional. Pada tahun ini, acara dilaksanakan di desa transmigrasi masyarakat Jawa yang ada di Bengkulu Utara, tepatnya di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. "Setiap tahun tempatnya selalu berubah," ujarnya, saat ditemui Ganto di sekretariat UPKK, Jumat (28/12).
Selain itu, Aldo mengatakan bahwa mahasiswa yang menghadiri acara tersebut merupakan alumni pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Masyarakat di berbagai provinsi. Untuk wilayah Sumatra Barat, pelatihan diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Masyarakat Pekanbaru yang diselenggarakan di UNP.
Aldo juga menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan selama tiga hari pada April lalu dan tahap kedua selama satu minggu pada awal September ini. Ia juga menuturkan, alasan UPKK menghadiri acara ini karena ditunjuk oleh Wakil Rektor IV UNP menjadi perwakilan mahasiswa UNP. Peserta yang diutus 70% berasal dari anggota UPKK dan selebihnya dari anggota unit kegiatan mahasiswa lainnya. Hasil dari pelatihan kewirausahaan, kata Aldo, akan dipamerkan pada Hari Bakti Transmigrasi tersebut. Misalnya, produk berupa makanan, kerajinan tangan, dan sebagainya. "Alhamdulilah, kami membawa beberapa produk yang dihasilkan ketika itu," ujar Aldo.
Aldo juga mengungkapkan bahwa acara Hari Bakti Transimgrasi tersebut terdiri dari beberapa rangkaian acara. Pada hari pertama, dilakukan persiapan pameran dari pagi hingga sore. Selanjutnya, pada hari kedua dilakukan upacara peringatan, expo dan pameran, pembagian sembako murah, dan pemeriksaan kesehatan. Pada penutupan acara ditampilkan seni tradisional Jawa, yakni pertunjukan wayang. "Acara ditutup oleh Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo," imbuhnya.
Lebih lanjut, Aldo berharap agar keikutsertaan UPKK pada acara tersebut dapat menjadi peluang dalam meningkatkan kerja sama balai-balai pelatihan kewirausahaan dengan mahasiswa UNP. Mahasiswa juga harus lebih siap dalam mengikuti pelatihan dan menyambut dengan baik jika ada pelatihan lagi untuk ke depannya. "Mahasiswa UNP harus ikut andil dalam kegiatan pelatihan tersebut," ujarnya.
Komentar (0)