Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (Basindoda) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelengarakan Inagurasi di Teater Tertutup Mursal Esten FBS, Kamis (13/12).
Ketua Pelaksana, Afriyanto mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan mengeratkan kembali hubungan kekeluargaan antara alumni dengan junior Basindoda. Ia juga mengatakan bahwa acara ini merupakan hiburan bagi wisudawan dan wisudawati yang diwisuda pada periode ke-113.
Inagurasi ini, kata Afriyanto, diisi oleh beberapa penampilan mahasiswa Basindoda. Diantaranya pembacaan puisi, teatrikal, dan penampilan komunitas Rimbo Sastra. Selain itu, acara juga diisi oleh penampilan dari tiga bintang tamu, yaitu Soundelilla, DJ Kemil, dan Twentys.
Afriyanto juga menjelaskan bahwa acara turut dimeriahkan oleh penampilan dari wisudawan dan wisudawati. "Kegitan ini sekaligus ajang bagi mahasiswa Basindoda untuk menampilkan bakatnya masing-masing," ujarnya, saat ditemui Ganto di luar gedung FBS UNP.
Lebih lanjut, Afriyanto mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama Hima Basindoda mengadakan acara Inagurasi. Hal tersebut dikarenakan kepengurusan Hima Basindoda baru aktif kembali pada 2018 setelah sempat vakum di tahun sebelumnya.
Ketua Prodi Sastra Indonesia, Dr. Yenni Hayati, M. Hum., dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengatakan, sangat bangga dengan adanya acara Inagurasi ini.
Menjadi sarjana, kata Yeni, tidak mudah karena menghabiskan banyak biaya. Namun, mental orang yang bergelar sarjana berbeda dengan yang tidak sarjana. "Perbedaan tersebut terlihat pada cara berpikir, bersikap, dan bertutur," ungkapnya.
Selain itu, Yeni juga mengatakan bahwa cara bersikap, bertutur, dan berpikir seseorang menentukan dari mana asal orang tersebut. Ia berpesan agar para wisudawan dan wisudawati dapat membagi pengalaman yang bersifat membangun bagi juniornya. "Jangan membagi pengalaman yang menyakitkan, seperti dosen pembimbing yang tidak menyenangkan," ujarnya.
Komentar (0)