Setelah tamat dan keluar dari kampus, mahasiswa tidak harus berpikir ingin bekerja di mana, memegang jabatan apa, dan mau gaji berapa. Cobalah untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dan gaji diri sendiri. Salah satunya adalah dengan berwirausaha. Hal tersebut disampaikan oleh Founder Perkampungan Batik Loempo, Naura Hertini pada acara Kuliah Umum Kewirausahaan yang merupakan rangkaian kegiatan Job Fair and Scholarship Expo di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (6/12).
Naura mengatakan bahwa ada empat tips yang harus dilakukan ketika seseorang ingin membuka suatu usaha. Pertama, bidang atau jenis usaha yang akan dibuka harus sesuai dengan kemampuan atau ilmu yang dimiliki. Hal ini berguna agar kita lebih mencintai apa yang kita lakukan. Kedua, susun konsep dan rencana usaha tersebut, apakah usaha mandiri atau usaha yang memerlukan mitra. "Jika usaha mandiri, tentunya kita harus mempunyai modal sendiri," ujarnya.
Ketiga, siapkan modal. Jenis-jenis modal usaha ada tiga, kata Naura, yaitu tabungan sendiri, investasi dari luar, dan perbankan. Semuanya kembali lagi kepada konsep usaha seperti apa yang akan kita dirikan. Tips keempat, jadikan usaha tersebut legal dan berbasis hukum. Pastikan usaha yang kita dirikan terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM agar terjamin keamanannya dan sah di mata hukum. "Tanpa ada izin tersebut, usaha tidak akan berjalan sebagaimana mestinya," imbuh Naura.
Naura menambahkan bahwa dalam berwirausaha seseorang juga harus pandai mencari networking. Caranya dengan menjaring semua pergaulan dan lingkungan yang bagus bagi keberlanjutan usaha. Bila perlu tergabung dalam berbagai organisasi dan ciptakan suhu positif untuk memajukan usaha. "Dengan pandai bersilaturahmi, rezeki akan datang dengan sendirinya," ujarnya.
Selain itu, Naura juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa langkah dalam industri, yakni kreasi, produksi, konservasi, distribusi, dan konsumsi. Pertama, harus memikirkan apa desain dan kreasi usaha. Kedua, produksi, pikirkan modal dan target produksi, yaitu berapa target perbulan ataupun pertahunnya. Ketiga, konservasi dengan memikirkan bagaimana perlindungan atau perawatan terhadap produk tersebut.
Selanjutnya, distribusi, ada tiga hal yang harus dipikirkan, yakni konsumen, marketing, dan packaging. Tentukan target pasar, apakah menengah ke atas atau menengah ke bawah setelah itu tentukan target konsumen. Sesuaikan ciri khas produk dengan ciri khas mereka. Kemudian, perhatikan packaging atau kemasannya karena, hal pertama yang dilihat dari suatu produk adalah kemasannya. "Kemasan yang bagus akan meningkatkan minat konsumen terhadap produk tersebut," tutup Naura.
Komentar (0)