Generasi bangsa harus berhati-hati dalam pergaulan karena saat ini banyak kenakalan remaja yang merusak pemikiran. Hal ini disampaikan oleh Pegiat Kepemudaan dan Sosial sekaligus Founder Manggal Intite dan Penulis Buku Menata Langkah Pemimpin, M. Habibi Adi Cipto, SE., selaku pemari pada acara Seminar Pemuda yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Pengembangan Wawasan Islam (FKPWI) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP). Acara yang bertemakan Mahakarya Pemuda Membangun Bangsa, Tolak LGBT ini berlangsung di Teater Tertutup FBS UNP, Jumat (23/11).
Dalam penyampaian materinya, Habibi menjelaskan ada beberapa kekhawatiran terhadap kenakalan remaja. Pertama, narkoba. Semua orang dapat mengetahui dan memahami tentang barang terlarang tersebut, kata Habibi, namun setiap orang juga harus tetap waspada karena bisa saja terjebak. Habibi juga mengungkapkan, pelajar meninggal 50 orang per hari akibat narkoba. "Jadi teman-teman harus berhati-hati," ungkapnya.
Kedua, minuman keras. Habibi mengatakan bahwa berdasarkan data kenakalan remaja, ada 1.800 pelajar meninggal dunia akibat minuman keras. Ketiga, pergaulan bebas, seperti pacaran.
Keempat, Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Habibi mengatakan, LGBT merupakan tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini. Hal ini dikarenakan seks dipublikasikan secara bebas dan tindakan homoseksual membiak cepat seperti kaum Nabi Luth terdahulu. Kasus ini menimbulkan berbagai penyakit seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syindrom (AIDS). Habibi juga mengatakan bahwa realita di Sumatra Barat saat ini laki-laki cenderung melakukan homoseksual. "Kalau melihat laki-laki berpegangan tangan dengan laki-laki, maka patut dicurigai," candanya.
Lebih lanjut, Habibi mengungkapkan, jumlah kasus AIDS berdasarkan kabupaten dan kota pada tahun 2017, Padang berada pada urutan pertama dan Kabupaten Solok berada pada urutan kedua.
Komentar (0)