Program Studi Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang (UNP) menggelarInternational Conference On Environmental Sciences di Auditorium UNP, Kamis (15/11). Dengan mengusung tema Disaster Mitigation Environment an Sustainable Development, acara yang berlangsung pada 15 hingga 16 November ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Eri Barlian, M. S., mengatakan bahwa kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian acara. "Pada hari ini, acara akan dibuka dengan konferensi internasional yang saat ini berlangsung," ujarnya (15/11). Pada hari berikutnya, kata Eri, akan diselenggarakan seminar paralel di Pasca Sarjana UNP pada pukul 08.00 WIB dengan jumlah artikel yang terkumpul sebanyak 136 artikel.
Ia menambahkan bahwa pada hari penutupan acara, akan diadakan malam bagurau, yaitu acara hiburan bagi para peserta. Tidak hanya itu, pada hari terakhir kegiatan ini, seluruh peserta, khususnya peserta yang berasal dari luar Padang diajak mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi dan Batusangkar. "Kami juga mengajak ke Pantai Mandeh karena di sana akan disambut langsung oleh Bupati Pesisir Selatan" ujar Eri.
Dalam materi yang ditulisnya, Dr. Ir. Siti Nurbaya M. Sc., mengatakan bahwa terdapat beberapa permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia, diantaranya adalah pencemaran air dan udara, perubahan iklim, pencemaran sampah, ekosistem, dan spesies yang terancam punah. Tidak hanya itu, bencana alam, seperti; banjir, tanah longsor, dan kekeringan juga marak terjadi. Siti juga menjelaskan, diperlukan adanya paradigma baru tata kelola hutan di Indonesia. Pencegahan deforestasi dan degradasi hutan dapat dilakukan dengan cara moratorium izin pemanfaatan hutan, program aksi National Determine Contribution (NDC) untuk mitigasi hutan, pembentukan brigade karhutla, dan pemberian akses kelola bagi masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dr. Syamsul Maarif, M. Si, dalam materinya menjelaskan mengenai ancaman lingkungan dan risiko bencana. Bagaimana seharusnya pemerintah dan masyarakat menempatkan persoalan lingkungan dan bencana di dalam konteks pembangunan.
Terkait hal tersebut, ia menjelaskan bahwa eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan akan meningkatkan risiko bencana. Perlu adanya langkah-langkah mitigasi dan adaptasi dalam kebijakan pemerintah, mainstreaming isu lingkungan terkait dengan pengurangan risiko bencana di tingkat nasional dan lokal juga harus dilakukan, serta pendekatan interdisiplin dalam penelitian kebencanaan dan permasalahan lingkungan.
Komentar (0)