Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Bahasa dan Seni (FBS,) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan forum ekshibisi dan pentas sastra pemutaran dua film karya mahasiswa sastra Indonesia Tahun Masuk 2016 serta diskusi film bersama Sutradara film Liam dan Laila, Arif Malin Mudo di Teater Tertutup Mursal Esnten, Jumat (16/11).
Acara ini langsung dibuka oleh Wakil Dekan 1 FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, M.Hum. Dalam sambutannya, Ermanto berharap bahwa film yang digarap lebih kurang tujuh bulan ini ini bermanfaat untuk semua.
Ketua pelaksana, Zalmasri mengatakan bahwa menciptakan sebuah lingkungan bersastra memang tidak mudah, namun bisa dimulai dengan menghadirkan sastra pada wadah lain, salah satunya dalam bentuk film. Dua film yang ditayangkan hari ini berangkat dari karya sastra yaitu cerpen rumah untuk kemenakan karya Iyut Fitra dan Novel Sansai karya Ermanto Tolantang.
Selain itu, Zalmasri memiliki cita-cita untuk film yang digarap oleh mahasiswa bimbingannya ini bisa menjadi media edukasi dengan cara mendatangi sekolah-sekolah dan memutarkan film di sana. Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi saat menggarap film yakninya dana dan fasilitas yang minim.
Semua tidak begitu menjadi masalah besar, kata Zalmasri, karena yang terpenting adalah proses pengerjaan film ini telah mengajarkan banyak hal kepada mahasiswa. "Mereka mendapat pengalaman bagaimana bekerja secara kolektif, memanajemen waktu dan yang paling utama kebersamaan mereka," ungkap Zalmasri.
Lebih lanjut, ia berharap semoga ke depannya film ini bisa ditayangkan di layar telivisi ataupun bioskop. Salah satu tujuan didatangkan Sutradara film Liam Dan Laila juga film Surau Dan Silek ini tak lain adalah membuka diri dengan pihak yang kompeten. "Semoga ada solusi dan angin segar darinya," ungkap Zalmasri.
Komentar (0)