Pembina Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Erianjoni, S.sos., M.Pd., resmi melepas tim relawan menuju daerah bencana gempa bumi dan tsunami, Palu dan Donggala Sulawesi Tengah di Gedung Student Center UNP, Selasa (2/10).
Anggota tim yang ditugaskan MPALH UNP untuk berangkat berjumlah tiga orang, terdiri atas 2 Anggota Aktif dan 1 anggota Luar Biasa, yaitu Tio Hardian dari Anggota Muda, Muhammad Zikwan selaku Kepala Divisi Gunung Hutan Rimba, dan Abdul Halim dari Anggota Luar Biasa.
Koordinator tim relawan MPALH UNP, Muhammad Zikwan, mengatakan bahwa tim sudah siap untuk diberangkatkan kapan saja. "Kita bergerak di bidang kebencanaan harus sigap, tanggap, cepat, dan akurat," jelasnya.
Ketua umum MPALH UNP, Sukri Mansyah, mengatakan bahwa tim relawan MPALH UNP ditugaskan untuk mencari data daerah mana saja yang belum terjangkau bantuan relawan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pekerjaan lainnya. "Apapun yang bisa dikerjakan tim di sana maka dikerjakan," tegasnya.
Sukri juga menegaskan bahwa kita harus lebih peduli lagi terhadap hal yang berkaitan dengan kemanusiaan terlebih dalam bidang kebencanaan. Kebencanaan merupakan permasalahan yang perlu ditangani bersama dan saling merangkul. "Waktu gempa terjadi di Padang relawan berdatangan tanpa diminta, maka dari itu kita pun harus bergerak untuk membantu kawan-kawan kita di Palu," harapnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Divisi Lingkungan Hidup, Denish Satriadi juga mengatakan bahwa upaya ini dilakukan mengingat bencana yang terjadi di Palu dan Donggala skalanya sangat besar. Banyak dari mereka yang trauma dan teringat kembali gempa Padang pada 2009 silam. Maka dari itu, sudah saatnya MPALH UNP yang terlatih dalam bidang kebencanaan terjun langsung ke lapangan. "Jika untuk penggalangan dana saja setiap orang pun bisa melakukannya," tegasnya.
Lebih lanjut, Denish berharap bahwa tim yang diberangkatkan diberi kesehatan selalu, bisa selamat, dan tetap ceria sampai kembali ke sini. "Harapan terbesar kami semoga Palu dan Donggala kembali normal seperti sediakala," tutupnya.
Komentar (0)