Alasan ditolaknya sebuah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) biasanya karena isi proposal kurang kreatif, topik yang dipilih umum dan sudah sering dilakukan.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 29 ITS Tim Reviewer PKM Dikti Drs. Bandung Arry, S.MI.Komp., pada acara Workshop PKM 5 Bidang di Auditorium Prof. Kamaluddin, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang (UNP). Acara ini diadakan oleh Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa UNP, Kamis (20/9).
Pada kesempatan tersebut, Bandung menyampaikan materi tentang pentingnya kreativitas mahasiswa dalam penyusunan proposal PKM. Menurutnya, orang kreatif itu mudah menemukan permasalahan. "Semakin besar permasalahan yang ditemukan, semakin tinggi kreativitas orang tersebut," ujarnya.
Bandung juga memberikan beberapa contoh mengenai kreativitas, salah satunya dalam bidang kewirausahaan. Dalam berwirausaha ikan jika diketahui hasil tangkapan ikan terus naik dan impor ikan asin meningkat dengan penggunaan formalin menempati peringkat teratas, sedangkan bahan alami yang aman untuk pengawetan ikan banyak ditemukan. Maka dalam kondisi tersebut, orang yang kreatif biasanya akan berangan untuk bisa memproduksi ikan asin alami dengan kemasan produk yang disukai konsumen.
Lebih lanjut, selain dari kreativitas, ketaatan terhadap aturan yang ditetapkan juga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. "Percuma saja jika topik yang diajukan bagus, tetapi format penulisannya tidak sesuai aturan. Biasanya akan langsung dieliminasi oleh juri," jelasnya.
Melihat potensi sumber daya manusia yang ada, Bandung pun berharap agar UNP lebih meningkatkan jumlah penerimaan proposal PKM setiap tahunnya. "Karena PKM ini juga sebagai wadah peningkatan mutu perguruan tinggi," tutupnya.
Komentar (0)