Pendidikan merupaka salah satu sektor pembagunan utama di Kabupaten Solok. Hal ini disamapaika oleh Hj. Gusmal, SE, M.M., Bupati Kabupaten Solok saat peyampaian orasi pada Pelepasan Wisuda Universitas Negeri Padang (UNP) periode 112 di Auditorium UNP, Minggu (16/9).
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Solok nomor 4 tahun 2016, terdapat emapat pilar pembangunan yang didasari oleh sembila agenda prioritas pemeritaha Jokowi (nawa cita). Keempat pilar tersebut terdiri dari, ekonomi kerakyatan, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan.
Sektor pendidikan sendiri dijadikan pilar utama dalam pembangunan Kabupaten Solok. Hal ini didasari data pada saat kampanye yang sebelumnya dilakukan Gusmal, membuktikan bahwa kebanyakan masyarakat di Kabupaten Solok merupakan lulusan SMP. "Lama sekolah masyarakat Kabupaten Solok hanya 8,1 tahun," jelasnya.
Dulunya, kata Gusmal, terdapat 21 siswa lulusan SD yang terpaksa berhenti sekolah. Mereka terpaksa berheti karena orang tuanya tidak sanggup membiaya pendidikan. Anak-anak yang berhenti sekolah memilih merantau ke Bukittinggi untuk bekerja. Untuk mengatasi hal itu Kabupaten Solok menjemput anak-anak tersebut dan menyekolahkan mereka. "Hingga saat ini anak-anak tersebut telah berada di bangku SLTA," ujarnya.
Dalam rangka memperbaiki pendidikan, Kabupaten Solok merancang program pembangunan pendidikan. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu hingga menyelesaikan pendidikan di bangku SLTA.
Gusmal berharap sekolah juga ikut andil dalam mensukseskan pendidikan di Kabupaten Solok. Salah satunya dengan tidak memberhentikan siswa yang tidak memiliki buku pelajaran dan tidak mampu membiayai pendidikan.
Lebih lanjut, Gusmal mengatakan bahwa kualitas guru dan siswa harus seimbang. Hal tersebut dikarenakan guru yang berkualitas akan mampu menghasilkan murid yang berkualitas juga. "Kualitas guru dan kualitas siswanya juga harus kita tingkatkan dengan membangun karakter siswa terlebih dahulu," tambahnya.
Komentar (0)