Saat ini di Solok telah terjadi pergeseran nilai yang dapat membunuh generasi muda diantaranya, penggunaan narkoba oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dan adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).
Hal itu disampaikan oleh Bupati Solok, Gusmal, SE, MM, Dt. Rajo Lelo., pada Wisuda hari ke-2 Universitas Negeri Padang (UNP) periode ke-112 di Auditorium UNP, Minggu (16/9).
Dalam paparannya, Gusmal menjelaskan, Sumatra Barat termasuk provinsi yang banyak terjaring LGBT. Hal ini disebabkan kurangnya akhlak generasi muda dan pemahaman agama yang rendah. Untuk memperbaiki akhlak tersebut, Bupati Solok membentuk program sekolah berbasis pesantren pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, SD, dan Taman Kanak-kanak.
Ia juga mengatakan, semua SD di Solok sudah berbasis pesantren dan sekitar 2.500 orang anak-anak sudah wisuda hafidz Alquran. "Kebijakan ini sudah dikeluarkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) tentang sekolah berbasis pesantren," tuturnya.
Selain memperbaiki akhlak generasi muda, Solok juga membangun pilar pendidikan dengan memperbaiki kualitas guru. Semua guru yang ada di kecamatan Solok harus menulis. "Sekarang sekitar 82 orang guru di Solok sudah menjadi penulis," tambahnya.
Lebih lanjut, Gusmal mengungkapkan bahwa Solok juga telah menerapkan program subuh berjamaah dan mendirikan perpustakaan di berbagai nagari. Ia berharap dengan program tersebut, Solok menjadi teladan bagi banyak orang.
Komentar (0)