Masa kepengurusan BEM UNP Periode 2011 akan berakhir Maret tahun depan.Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) sebagai badan pengawas dan pengevaluasi hasil pelaksanaan program kerja BEM UNP mulai menjalankan perannya. Pengurus MPM berhak mengajukan rapat evaluasi laporan pertanggungjawaban program kerja yang telah dilaksanakan. Berdasarkan kesepakatan, hal itu seharusnya direalisasikan pada 16 Oktober lalu, namun gagal. Laporan pertanggungjawaban tidak dapat diserahkan tepat waktu kepada MPM karena Presiden BEM pulang kampung karena tertimpa kemalangan. "Padahal, jika dikerjakan dari awal, mungkin bisa diselesaikan tepat waktu," kata Ketua MPM, Ahmad Arif, Rabu (19/10).
Kelalaian dan ketidakdisiplinan BEM UNP terhadap MPM tidak sekali ini terjadi. Ketika akan melaksanakan Seminar Nasional tentang Korupsi di Auditorium FE, BEM UNP juga tidak sempat berkoordinasi dengan MPM. Pengurus MPM sudah melayangkan beberapa surat peringatan, baik secara lisan maupun tulisan tetapi kurang mendapatkan apresiasi baik dari pengurus BEM UNP. "Tidak etis jika harus mengingatkan dengan kekerasan," ujar Arif.
Arif berharap program kegiatan yang nantinya akan diadakan oleh BEM UNP selanjutnya dapat diarasakan oleh mahasiswa, misalnya mengadakan seminar nasional, olimpiade untuk mahasiwa UNP, lomba seni, dan lain-lain. Ia menambahkan, MPM senantiasa akan memberikan dukungan dalam setiap kegiatan yang diangkatkan oleh BEM UNP. MPM juga akan ikut menyumbangkan ide-ide positif dan bantuan moril. " Tentu saja, bila BEM UNP mau mengkoordinasikannya dengan MPM," katanya.
Wakil Ketua BEM universitas, Nur Novriani S. mengatakan hubungan antara BEM UNP dengan MPM tidak bisa dikatakan tidak harmonis, hanya saja koordinasinya yang belum terlalu baik. "Terkadang terjadi perbedaan pendapat terhadap suatu hal," ujarnya, Rabu (5/10). Namun hal itu tidak lantas menyebabkan rusaknya hubungan baik tersebut. Nur juga menambahkan pihak BEM UNP dan MPM tengah mengusahakan terjalinnya koordinasinya yang semakin baik.
Komentar (0)