Kasubdit III Direktoral Reserse Narkoba Polda Sumatra Barat, Budi Siswono, S. Sos, M.H. dalam kegitan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) jalur Mandiri an Prestasi Universitas Negeri Padang (UNP) di Auditorium UNP mengungkapkan bahwa narkoba merupakan bencana bagi bangsa Indonesia, Senin (6/8).
Hal tersebut dikarenakan narkoba dapat merusak generasi penerus bangs, termasuk moral. Narkoba akan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, tidak memandang profesi ataupun usia. "Mulai dari kalangan mahasiswa, doktor, PNS, siswa, jaksa, TNI, bahkan polisi," ujar Budi dihadapat 3133 mahasiswa baru UNP.
Setiap tahunnya, kata Budi, angka penyalahgunaan narkoba selalu meningkat. Pada tahun 2015 mencapai 5,2 juta orang dan tahun 2016 sebanyak 6,4 juta orang. Hal tersebut berdampak pada angka kematian yang juga meningkat, mulai dari 40 hingga 50 jiwa per hari atau 13000 jiwa per tahun.
Budi mengungkapkan bahwa ketidaktahuan seseorang tentang narkoba meruakan faktor utama tingginya penyalahgunaan narkoba. Mereka yang tidak mengetahui apa itu narkoba, maka rentan menjadi korban. "Misalnya memakan dan meminum sesuatu yang tidak ia ketahui," ungkapnya.
Selain itu, kata Budi, salah pergaulan dan adanya permintaan yang tinggi terhadap narkoba juga menyebabkan tingginya penyalahgunaan barang haram tersebut. "Narkoba tidak akan muncul apabila tidak ada permintaan, tetapi semakin banyak pengguna dan pecandu maka stok narkoba semakin banyak," jelasnya.
Untuk memberantas narkoba, kata Budi, dapat dimulai dari diri sendiri dengan cara tidak memesannya. Polisi juga tidak dapat menjamin bahwa narkoba tidak berada disekitar masyarakat. Hal tersebut ikarenakan adanya oknum poilisi tertentu yang nyatanya terlibat dalam kasus narkoba.
Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa norkoba hanya bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. Dan menghimbau kepada mereka yang telah mengetahui bahaya narkoba untuk tidak menyalahgunakannya.
Budi menghimbau kepada masyarakat untuk berperan dalam memberantas narkoba dengan melaporkan kepada pejabat berwenang jika menemukan penyalah gunaan obat terlarang tersebut di sekitarnya. "Kita jamin rahasianya, bahkan kita kasih reward," ujarnya.
Komentar (0)