Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan aksi Gerakan Sungai Bersih di Sungai Batang Arau, Padang, Minggu pagi (29/7). Kegiatan ini dikuti oleh, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, Telkom Indonesia, Pertamina, Angkasa Pura ll, dan Pelindo II.
Komisaris Utama BRI, Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa di Sungai Batang Arau terdapat sampah sebanyak ratusan ton. " Dan baru 20 ton yang sudah terangkut," jelasnaya. Diperkirana, kata Andrinof, memerlukan waktu selama enam bulan bagi pihak mereka menjadikan Sungai Batang Arau menjadi sungai yang bersih.
Lebih lanjut, Andrinof mengungkapkan bahwa membuang sampah ke sungai akan mengakibatkan beberapa masalah. Diantaranya, menghilangkan sumber pendapatan, populasi ikan menurun, pencemaran sungai, hidup tidak sehat, dan ikan akan terkontaminasi oleh bahan kimia. "Kadang-kadang kita tidak sadar kalau ikan yang kita konsumsi itu mengandung unsur kimia yang membahayakan kita," tuturnya.
Dahulunya, kata Andrinof, Sungai Batang Arau adalah tempat perekonomian Padang. Akan tetapi, sekarang menjadi tempat pembuangan sampah. Dia berharap agar seluruh instansi Sumbar, masyarakat setempat, dan pemerintah Kota Padang dapat selalu mendukung kegiatan seperti ini.
Selai itu, kegiatan yang mengusung tema Sungai Bagaikan Hati Kita, Harus Bersih Sepanjang Hari ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Irwan Prayitno, S.Psi.,M.Sc., Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Dt Marajo, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, ST.,MT., Pimpinan Dinas Sumbar, Dirgen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan MR Karliansyah, serta kalangan akademisi perguruan tinggi sekota Padang.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, S.Psi.,M.Sc., dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa Sumbar termasuk dalam provinsi terbersih ke dua di Indonesia. "Oleh karena itu, kita harus menjadi teladan dan jika ada melihat orang yang membuang sampah sembarang agar menegurnya," harapnya.
Komentar (0)