UNP patut berbangga dengan beberapa penghargaan yang diperoleh dalam pelatihan pelatih atau Training of Trainer (TOT) dari Decentralized Basic Education (DBE ke-2) dengan tema "Penerapan Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi," yang dilaksanakan di Medan (Februari lalu), Batam (7-11 Maret) dan Jakarta (5-6 Juli) 2010.
Pelatihan ini terhitung kedua kalinya yang merupakan lanjutan dari TOT pertama yang bertema "Pengenalan Pembelajaran Aktif di Sekolah." Dalam pelatihan kali ini UNP mengutus lima dosen sebagai fasilitator dalam pelatihan yang disponsori oleh USAID, Departemen Agama, DBE2, Departemen Pendidikan Nasional, dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI. Adapun kelima fasilitator UNP: Drs. Suryanef, M.Si (FIS), Dr. Agustina, M.Hum (FBSS), Dr. Syahniar, M.Pd., Kons (FIP), Prof. Dr. Lufri, M.S dan Dr. Muliyardi, M.Pd (FMIPA).
Pada TOT pertama, peserta mendapatkan pengetahuan tentang penerapan pembelajaran aktif di sekolah dasar dan menengah serta memiliki motivasi untuk mengaitkannya dengan pembelajaran di perguruan tinggi. Pelatihan kedua, para peserta diharapkan mampu merancang dan menerapkan pembelajaran aktif pada mata kuliah yang mereka ampu serta mensupervisi teman sejawat, maupun mahasiswa. "Nantinya peserta diharapkan dapat memberi contoh kepada mahasiswa sebagai calon guru maupun guru yang sedang belajar di universitas," ungkap Muliyardi, Rabu (14/7).
Setelah melakukan pelatihan, pengamatan terhadap pembelajaran aktif di perguruan tinggi dinilai secara langsung oleh tim DBE2 ketika proses pembelajaran pada masing-masing universitas. Pengamatan yang dilakukan meliputi perencanaan, kegiatan pembelajaran, manajemen kelas, dan penilaian yang telah diperoleh kemudian diidentifikasi dan dianalisis. "Hasilnya akan dibahas dan digunakan sebagai diskusi pada setiap kegiatan," ungkapnya.
Atas kerja keras dan tekad dari kelima fasilitator untuk membawa UNP menjadi terbaik tingkat nasional tidaklah sia-sia. ‘Ketika Sampah Bercumbu dengan Geometri’ itulah judul yang diusung oleh Dr. Muliyardi, M.Pd, mengantarkan utusan dari FMIPA UNP ini mendapat penghargaaan sebagai Peserta Terbaik. Peserta terbaik dari UNP dalam TOT Nasional Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi. "Karena keseriusan saya dalam menyusun materi pembelajaran dengan memanfaatkan sampah," kata Muliyardi.
Penghargaan yang diperoleh UNP tidak hanya sampai di situ. Kelima peserta dari UNP kembali diundang untuk mempresentasikan hasil pembelajaran aktif di Jakarta. Alhasil, kelima peserta ini mendapatkan penghargaan sebagai Fasilitator Nasional Pembelajaran Aktif untuk Perguruan Tinggi (ALFHE) dengan predikat sangat kompeten. Afdal
Komentar (0)