"Cinta merupakan sesuatu yang ajaib dan tidak bisa diumbar serta-merta. Di hadapan Allah cinta merupakan posisi yang tinggi, istimewa, khusus, dan sakral," jelas Ustaz Elvans pada acara Responsi dan orientasi keislaman (Redoks) yang diadakan oleh Kerohanian Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) di Gedung IPA Terpadu UNP, Rabu (23/5).
Mengusung tema "Meraih CintaNya di Bulan Penuh Berkah" Ustaz Elvans menyampaikan tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta, terutama kepada Allah.
Pertama, namanya paling sering disebut. Orang yang sedang mencintai sesuatu, pasti namanya sering disebut. "Jika kita mencintai Allah maka kita akan sering berzikir, tapi pertanyaan apakah Allah yang kita cintai?"
Kedua, Al-I'jaab (kagum). Berbeda dengan kagum pada manusia yang akan menimbulkan berbagai ekspektasi yang berbeda-beda. "Jika kita mencintai Allah, maka kita akan mengagumi kebesaranNya yang ada di alam semesta ini."
Ketiga, Ar-Ridhaa (rela). Elvans mengatakan bahwa orang yang rela akan mau diperintah, diberikan posisi yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dia akan menerimanya dengan ikhlas. Seperti hal yang sering kita ucapkan pada janji didikan subuh. Aku rela Allah tuhanku, aku rela Islam sebagai agamaku, aku rela Nabi Muhammad menjadi idolaku. Berbeda jika rela pada orang lain. Hal sederhana dalam kerelaan adalah jika diberi nikmat maka akan bersyukur dan jika diberikan musibah akan bersabar. Di dunia tidak ada satu pun milik kita. Orang yang tidak memiliki rasa rela, jika kehilangan sesuatu dia akan merasa kecewa. "Pada bulan Ramadhan ini, kita rela menahan hal yang membatalkan puasa pada siang hari, walaupun masih ada yang tidak rela," jelasnya.
Keempat, At-Tadhiyah (berkorban). Berkorban itu salah satu bentuk dari cinta. Jika kita ingin diketahui dunia bahwa sedang mencintai sesuatu, maka kita akan melakukan pengorbanan. "Apabila cinta pada Allah, maka kita akan siap berkorban." Hal ini terdapat dalam surat Al-baqarah ayat 207 yang artinya Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah dan Allah maha Penyantun kepada hamba-hambaNya.
Kelima, Al-Khauf (takut). "Mencintai Allah akan menimbulkan rasa takut, khawatir dan cemas apabila kita jauh dariNya," jelasnya.
Keenam, Ar-Rajaa (perasaan harap). Orang yang memiliki harapan adalah mereka yang memiliki masa depan. Tidak mungkin jika tidak punya harapan akan menggapai masa depan dengan mudah. Karena dengan harapan kita akan terus melangkah dan terus mengujarkan pada diri bahwa akan ada hari yang lebih baik setelah ini. "Allah dijadikan sebagai sumber harapan dan tempat bersandar. Jika menggantungkan harapan pada manusia kita akan merasa kecewa," jelasnya
Komentar (0)