Pada era Revolusi Industri saat ini masyarakat dipermudah dengan kemajuan teknologi untuk melakukan pekerjaan dan membuka peluang bersar dalam berwirausaha. Hal ini dibuktikan dengan tingginya pemanfaatan teknologi oleh pekerja wiraswasta dalam menjalankan bisnis mereka. Jika dilihat pada komposisi pengguna internet di Indonesia, wirausahawan menduduki peringkat pertama, yakni 62 persen disusul ibu rumah tanggana 16,6 persen, mahasiswa 7,8 persen, pelajar 6,3 persen, dan kalangan masyarakat lainnya 0,6 persen.
Di Indonesia sendiri, Pulau Jawa menempati peringkat satu sebagai pengguna internet tertinggi dengan persentasi 52 persen. Kemudian disusul oleh Sumatra 18,6 persen, Nusa Tenggara dan Papua 5,9 persen, Kalimantan 4,7 persen, dan Sulawesi 2,5 persen.
Melihat fenomena tersebut, Aldo Erianda selaku Founder dan Chief Executive Officer Cinangko Labs mengatakan bahwa bisinis berbasis IT sangat menjanjanjikan di era Revolusi Industri ini. Pasalnya tidak ada satupun pekerjaan yang tidak dijamah oleh teknologi. Kebanyakan dari masyarakan mulai meningalkan cara-cara tradisional yang dianggap tidak lagi sesuai pada zaman ini.
"Bisa kita liat Gojek yang mengunakan IT dalam bisnis mereka memiliki pemasukan yang lebih besar dibandingkan Garuda Indonesia yang memiliki pegawai yang banyak," ujar Aldo saat menjadi pemateri di acara Pelatihan Kewirausaaan di Aula Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang, Sabtu (5/5).
Terlepas dari itu, Aldo menjelaskan bahwa waktu merupakan penentu keberhasilan seseorang dalam melakukan bisnis berbasis IT. Hal itu dikarenakan tidak semua ide yang akan dijalankan dapat berhasil dengan mudah. Terkadang diperlukan waktu yang pas untuk dapat menjalankan bisnis tersebut. "Pencipta game Angry Birds saja butuh waktu lama agar dapat seperti sekarang," ujarnya.
Komentar (0)