Unit Kegiatan (UK) Robotika dan Otomasi Universitas Negeri Padang (UNP) raih penghargaan di ajang kontes robot Indonesia yang diadakan oleh risetdikti di universitas Riau, Kamis-Sabtu (26-28/4). Pada regional I sumatra, UK Robotik UNP mengirimkan tiga robot yaitu Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).
"Dari tiga robot yang diikutsertakan lomba yang meraih kemenangan adalah robot Pemadam Api Indonesia," ungkap Ilfan Sugianda ketua umum UK Robotik. Tim yang merakit robot ini yakninya Habil Hermawan, Aldova Gusmantri, dan Rahmat febriyoga Saputra. Untuk penjurian dilakukan berdasarkan kemampuan robot, siapa yang mampu memadamkan api tercepat dan mengambil point dengan cepat juga dan penjurian ditunjuk oleh dikti langsung.
Untuk mendapat juara 1 ini ada tiga babak yang harus dilewati. Babak pertama robot dari tim robotik UNP berhasil menjadi yang terbaik, pada sesi kedua masih seperti itu hingga sesi tiga. Tim robotik KRPAI UNP berhasil mengalahkan 17 perguruan tinggi di sumatra. Ketika dijumlahkan robot UNPlah yang meraih waktu tercepat yaitu dengan waktu 105.66. disusul tim robotik Universitas Lampung sebagai juara dua dengan waktu 473.66, Universitas Sumatera Utara juara tiga dengan waktu 606.96, dan Politeknik Negeri Padang menjadi juara harapan dengan waktu 683.35.
Acara dimulai hari kamis, registrasi, Jumat Running test, simulasi dan Sabtu pembukaan langsung. Robot yang dari seni tari Indonesia dan Robot sepak bola Indonesia (beroda) belum meraih kesempatan untuk juara. Karena memakai komponen lama dan ada komponen yang tidak lengkap. Sebenarnya Universitas membantu, namun sedikit terlambat pendanaannya karena robot yang dilombakan sudah dirakit dulu beberapa bulan sebelum diperlombakan. Masa yang paling penting adalah enam bulan sebelum pertandingan. Kami berusaha untuk menghasilkan robot yang mampu bersaing meski memakai komponen lama, dan pernah ada komponen tersebut rusak atau hangus.
Penghargaan ini tidak lepas dari tim yang berusaha semaksimal mungkin memprogram robotnya. "Saya kagum dengan tim robotik UNP, terutama Aldova Gusmantri," ungkap Ilfan. Aldova dengan semangatnya merakit, mengkalkulasikan, menggunakan kertas saja dan sesekali meminjam laptop anggota lainnya untuk mengoptimalkan kinerjanya. Keterbatasan yang ia miliki tidak menjadi alasan untuk tidak berprestasi. "Hendaknya pendanaan untuk mahasiswa berprestasi ini dipermudah," harap Ilfan.
Komentar (0)