Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan pengajian peringatan Isra' Mi'raj sekaligus penyambutan bulan suci Ramadahan di Masjid Al-Hijrah LPMP Sumbar, Jumat (27/4).
Mengusung tema "Raihlah rahmat Allah dengan salat dan puasa." H. Abdul Salam, S.Ag, M.Hum., selaku narasumber menjelaskan tentang lima perjalanan nabi. Peristiwa Isra' Mi'raj merupakan salah satu dari lima perjalanan nabi tersebut. Dalam mengkaji sebuah perjalanan, Abdul mengatakan bahwa seseorang harus mengetahui kronologinya terlebih dahulu.
Perjalanan Nabi Muhammad Saw yang pertama adalah berdagang bersama pamannya sampai berusia 21 tahun. Dalam Islam, berdagang merupakan salah satu sunnah yang utama. Nabi merupakan orang yang jujur dan memiliki kepribadian yang menawan, sehingga banyak orang yang menyukainya. "Dulu berdagang tidak memerlukan belajar marketing," jelasnya,.
Kedua, berhenti berdagang bersama pamannya, kongsi berdagang dengan Siti Khadijah. Melihat kejujuran Nabi Muhammad Saw saat berdagang, akhirnya Siti Khadijah melamar nabi muhammad melalui temannya. Saat itu nabi berumur 25 tahun dan Khadijah berstatus Janda berumur 40 tahun.
Ketiga, perjalanan risalah. Nabi sering menyendiri di Gua Hira memikirkan keadaan kaumnya yang diliputi kejahiliyahan. Ketika puncak kejayaan Islam, setelah perbaikan Ka'bah nabi mendapat teror dari orang-orang kafir, termasuk pamannya sendiri, Abu Jahal.
Keempat, Isra' Mi'raj. Isra Mi'raj merupakan dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dalam satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Saw mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Dalam Isra', Nabi Muhammad diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang berjarak kurang lebih 1500 KM yang bisa ditempuh berhari-hari. Kemudian pada Mi'raj, Nabi dinaikkan ke langit yaitu ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. "Di sinilah beliau mendapat perintah langsung dari Allah untuk menukaikan salat lima waktu. Ini terdapat dalam surat Al Isra' ayat 1.
Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha, nabi menggunakan wahana yang tidak bisa dijelaskan secara empiris dan logika, tapi diterima dengan rasa keimanan yaitu menggunakan bura'. Kecepatannya bagai kilat yang merupakan kecepatan dari kecepatan . Abdul juga menjelaskan bahwa pada peristiwa Isra' Mi'rajnya Nabi Muhammad, ada banyak hal yang dilihat nabi ketika melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha. Diantaranya manusia yang memukul-mukul dirinya sendiri, berkepala binatang, mencium bau harum (dari kuburan Siti Masitah), dan kejadian lainnya
Komentar (0)