Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar simulasi evakuasi mandiri di kawasan Auditorium UNP dan Ruangan Laboratorium TerpadauTeknik, Kamis (26/4). Kegiatan tersebut sebagai rangkaian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) nasional setiap 26 April.
Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar sekolah dasar yang berada di sekitar lingkungan UNP. Dalam simulasi ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama di tempatkan pada lantai satu gedung Laboratorium Terpadu Teknik, sedangkan kelompok kedua di lantai dua gedung tersebut. Simulasi ini dipandu oleh Wa Ank, salah satu tim Indonesia of-road Federation (IOF) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.
Tepat pukul 10. 00 WIB sirine penanda gempa pun dibunyikan, hal ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Tim dari IOF pun mengintruksikan agar semua peserta tidak panik ketika gempa berlangsung. Bagi kelompok yang berada di lantai satu, mereka disuruh lari keluar dengan tertib untuk mencari ruangan terbuka, sementara kelompok dua diintruksikan untuk melindungi kepala dengan tas ataupun barang lainnya agar tidak terkena reruntuhan akibat gempa tersebut. Setelah sirine penanda gempa berakhir, mereka diarahkan untuk turun dari gedung secara tertib dan bergabung dengan kelompok satu yang telah terlebih dahulu berada di ruangan terbuka.
Setelah semua berkumpul, tanda peringatan potensi tsunami pun dibunyikan semua peserta diperintahkan untuk mencari tempat yang tinggi dan menjauhi pantai. Karena jarak kampus UNP yang terlalu dekat dengan pantai, maka instruktur menyuruh untuk mencari tempat yang tinggi yaitu selter.
Peserta simulasi pun bergegas meluju selter gedung Laboratorium Terpadu Teknik tersebut, dengan membimbing dan membantu siswa-siswa SD agar cepat sampai di selter. Sehingga kemungkinan paling buruk jika terjadi bencana pun bisa dihindari.
Kepala Pusat Kajian Kebencanaan UNP, Rusnardi Rahmad Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng., mengatakan bahwa UNP secara geografis sangat rentan terhadap bencana. Simulasi ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resiko jika terjadi gempa dan tsunami. "Kedepannya kita akan membuat UNP, menjadi kampus yang pintar terhadap gempa dan tsunami," ungkapnya, Kamis (26/4).
Komentar (0)