Lembaga Pers Mahasiswa Gema Justisia Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PKJTD) dengan tema "Mewujudkan Profesionalis Jurnalis Mahasiswa" di Gedung F14 UNAND, Sabtu-Minggu (21-22/4).
Ketua pelaksana, Elvi Widia Sari mengatakan, orang bebas menulis namun kebanyakan tidak mengetahui keprofesionalan dalam menulis, peraturan dalam menulis, dan kode etik yang berlaku. Harapannya dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat memahami materi yang disampaikan, sehingga tulisan mereka berupa berita misalnya bisa dipertanggungjawabkan karena sesuai dengan peraturan menulis. "Ada tiga materi yang akan disampaikan pada pelatihan ini, pertama, pengetahuan umum jurnalistik yang dijelaskan oleh Ariadi Uska (penulis), Teori Jurnalistik oleh Andhika D Khagen (Pemimpin Redaksi Klikpositif.com), dan Praktik Jurnalistik oleh Rodi (Padang Ekspres)," ungkapnya.
Pemimpin Umum Gema Justisia, Bela Utami mengatakan bahwa PKJTD ini kegiatan rutin dan wajib diikuti oleh angkatan muda Gema Justisia. PKJTD merupakan batu pijakan untuk peserta menjadi anggota Gema Justisia. "Semoga yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diaplikasikan dalam keseharian peserta," harapnya.
Pemateri PKJTD, Ariadi Uska menjelaskan bahwa wartawan dibagi menjadi tiga tingkatan. Pertama, wartawan muda, kedua, wartawan madya, dan ketiga, wartawan senior yang biasanya memiliki sertifikasi. Ariadi juga mengatakan bahwa untuk menjadi jurnalis hal utama yang paling dipegang adalah idealismenya. Sulit mencari wartawan yang seperti itu, kebanyakan wartawan propenguasa sehingga kode etik hanya menjadi bacaan tidak ditaati. "Jurnalis yang baik adalah yang berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, taat aturan, mengabdi pada rakyat bukan pada penguasa," ungkapnya.
Lebih lanjut Ariadi menjelaskan hal yang perlu dimiliki seorang jurnalis adalah relasi. Dengan banyaknya relasi itu akan membuat wartawan lebih mudah dalam berbagai situasi. "Relasilah yang membuat wartawan eksis", tutup Ariadi.
Komentar (0)