Memperingati Isra Miraj merupakan perkara mubah yang artinya boleh, namun dengan cacatan kita memperingati untuk meningkatkan kecintaan kepada nabi maka dapat bernilai ibadah. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ahmad Kosasih M.A, selaku pemateri dalam acara peringatan Isra Miraj di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jumat (20/4).
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Pendidikan ini, Ahmad mengatakan, peristiwa Isra Miraj adalah peristiwa yang monumental, bersejarah, dan penuh hikmah.
Ia menjelaskan bahwa Isra dan Miraj terdiri dari dua rangkaian peristiwa bersambung yang informasinya juga dipisah oleh Tuhan dalam dua surat. Isra yang merupakan perjalanan nabi dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina) dapat dilihat di alquran surat al-isra ayat 1. Miraj dicantumkan Allah di surat An-Najm ayat 1 sampai 18 yang merupakan rangkaian perjalanan nabi sampai ke Sidratil Muntaha. Kemudian baru ditambah di hadis-hadis nabi. "Apa yang dialami, dilihat dan ditunggu itu banyak di ceritakan di hadis nabi," jelasnya.
Di tahun Abu Thalib dan Siti Khadijah meninggal dunia, kata Ahmad, Rasulullah melakukan Isra Miraj. Jadi ada hadis yang mengatakan Isra Miraj untuk menghibur jiwa Nabi Muhammad. "Artinya kalau kita mengalami kesedihan, kegalauan pergilah melakukan perjalanan," ungkapnya.
Ahmad menambahkan, di dalam hidup ini ada yang rasional dan irrasional. Rasional yaitu ketika 2 tambah 2 adalah 4 sedangkan irrasional, ketika seseorang berkata telunjuknya bisa masuk lubang jarum. Namun ada juga suprarasional, di atas kemampuan akal.
"Memahami Isra Miraj termasuk dalam suprarasional. Allah katakan, kami tidak berikan ilmu padamu melainkan sedikit untukmu. Begitulah kita memahami Isra Miraj itu karena Tuhan Maha Kuasa," jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan bahwa buah terpenting dari Isra Miraj adalah kita bisa menjaga dan memelihara salat. Kalau ingin Miraj, manusia bisa melakukannya melalui ibadah shalat yaitu bisa berkomunikasi dengan Allah.
"Semoga dengan peringatan ini dapat membersihkan jiwa kita menjadi orang yang baik, seperti Abu bakar yang merupakan orang pertama yang membenarkan cerita Isra Miraj. Karena itulah ia diberi gelar Ash-Shiddiq," harapnya.
Komentar (0)