Teknologi Pendidikan berperan dalam mengatasi masalah belajar dan pembelajaran yang dapat dilihat dari skala yang luas. Teknologi pendidikan dapat diimplemenasikan secara luas pada semua satuan jenjang pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Terbuka, Dr. Benny A. Priadi, M. A., ketika menyampaikan materi pada Seminar Nasional Teknologi Pendidikan dengan tema "Optimalisasi Peranan Teknologi Pendidikan dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran", di Auditorium FE UNP, Rabu (19/10).
Lebih lanjut, ia menyampaikan teknologi pendidikan fokus pada upaya memperbaiki dan mengatasi masalah belajar dan pembelajaran. Teknologi Pendidikan sebuah studi dan praktik etis untuk memfasilitasi berlangsungnya proses pembelajaran dan memperbaiki kinerja melalui penciptaan, penggunaan, pengelolaan, proyek, teknologi dan sumber daya yang tepat.
Benny juga memaparkan pendekatan penelitian sangat relevan untuk menemukan solusi terhadap permasalahan pembelajaran dan pendidikan. Berbagai pendekatan lain yang dapat digunakan dalam bidang Tekonologi Pendidikan antara lain: Analysis(analisis), Design(Perancangan), Development(Pengembangan), Implementation (Penerapan), dan Evaluation (evaluasi) yang sering disingkat dengan (ADDIE). "Orang-orang teknologi pendidikan harus memiliki kemampuan dalam melakukan lima pendekatan itu," tutur Benny.
Ketua Ikatakan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI), Prof. Dr. M. Atwi Superman, M.Sc., turut memberikan materi dengan tema "Desain Instruksional dalam Tindakan: Pengalaman Profesional dalam 30 Tahun Terakhir". Atwi menjelaskan desain instruksional yang merupakan suatu proses untuk memandu pendidik untuk mendesain, mengembangkan, menerapakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas.
Atwi pengarang buku Desain Instruksional ini, memaparkan masalah dasar dalam pembelajaran selama 30 tahun terakhir. Menurutnya ada sepuluh masalah yang terjadi dalam penyusunan desain instruksional mulai dari pihak yang mengidentifikasi kebutuhan instruksional baik secara umum maupun secara khusus yang tidak begitu relevan. "Tujuan umum dan khusus tidak jelas artinya, tidak terukur karena tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi subsistem yang lain," jelasnya. Selanjutnya mantan rektor UT ini menyampaikan ketidakpastian penilaian hasil belajar, bahan belajar tidak terstruktur dan tidak sesuai dengan kebutuhan, para guru tidak terlatih dalam pembuatan desain instruksional
Komentar (0)