Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UNP sudah memasuki tahun ketiga. Pada tahun-tahun sebelumnya penyeleksian peserta hanya melalui tiga tahap, yaitu pengajuan proposal, pelatihan, dan ujian seleksi. Namun pada 2011 dilakukan tes wawancara. Tes ini menyangkut kepribadian, kemampuan bekerjasama dalam tim, tanggung jawab dan komitmen para peserta.
Ketua PMW UNP, Drs. Sudiro Sembiring menuturkan tes wawancara dilakukan karena pada PMW dua tahun sebelumnya belum terlihat keberhasilan para pengelola PMW. Buktinya, dari sekian banyak kelompok yang terdaftar, hanya tersisa dua sampai tiga kelompok yang masih bertahan mengembangkan usahanya. "Kelompok lain menghilang begitu saja," jelasnya, Jumat (30/9). Hal ini sangat disesalkan oleh UNP, sehingga pada tahun 2011 dicari alternatif lain untuk memperbaiki sistem pelaksanaan PMW agar lebih selektif dalam merekrut peserta, yakni dengan tahap wawancara.
Menurut Sudiro, adanya wawancara dapat menilai kepribadian peserta, karena selama ini kebanyakan mahasiswa UNP tidak memiliki manajemen dalam mengembangkan usahanya dan hanya mencari untung sebesar-besarnya. Selain itu, lanjutnya, tahap wawancara bertujuan untuk mengubah paradigma mahasiswa yang hanya mengedepankan ego-nya sendiri. "Yang kita tuntut disini berwirausaha, bukan manggaleh," tegasnya, Jumat (30/9).
Adanya tes wawancara pada PMW 2011 disambut baik oleh sebagian mahasiswa. Seperti halnya Arif Sudirman, salah satu peserta PMW 2010 mengaku sangat setuju dengan tahap wawancara. Menurutnya, dengan adanya wawancara bisa terlihat kepribadian dan bagaimana keseriusan peserta dalam menjalankan program ini. "Saya optimis melalui tes wawancara bisa meningkatkan kualitas PMW kedepannya," ungkapnya, Rabu (5/10). Masalah harga pemasaran, mereka berkomitmen untuk menetapkan harga di bawah standar, karena sesuai yang disampaikan ketua PMW, program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha dan untuk memotivasi mahasiswa lainnya. Via*, Tilla*
Komentar (0)