Mata kuliah Praktik Lapangan (PL) yang diambil oleh mahasiswa kependidikan sering menimbulkan permasalahan yang beragam. Salah satunya kesiapan mental atau psikologi mahasiswa sendiri dalam menghadapi siswa-siswi ketika berada di dalam kelas. Siswa-siswi di sekolah memiliki karakter bermacam-macam. Ada yang suka ribut, susah diatur, dan ada pula yang suka menguji-uji guru PL (mahasiswa PL_red), belum lagi tuntutan guru pamong yang kadang kurang bersahabat. Alhasil, mahasiswa PL pun mengalami tekanan yang membuat mereka (mahasiswa PL_red) kebingungan hingga kadang mengalami stress ringan.
Hal ini diungkapkan Rika (bukan nama sebenarnya_red) mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah TM 2006. Rika yang melakukan PL di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Kota Batusangkar, hampir setiap hari mengalami kesulitan pada dua bulan pertama PL. Siswa-siswi di sekolah PL Rika terkesan tidak bersahabat dengan mahasiswa PL.
Selain itu, tambah Rika, ada yang dengan sengaja keluar masuk ketika Proses Belajar Mengajar berlangsung, mengganggu teman, serta kurang mengindahkan teguran guru PL. Tidak jarang para siswa membuat Rika kewalahan di dalam kelas. "Pernah suatu kali saya menangis, tentunya tidak di depan para siswa," katanya, Rabu (2/6). Menghadapi kondisi demikian, biasanya Rika memperbanyak sabar, serta berpandai-pandai dalam mengendalikan para siswa.
Hal senada juga diungkapkan Miza (bukan nama sebenarnya_red), Mahasiswa Pendidikan Sosiologi TM 2006. Kadang ia harus menghardik serta mengeluarkan kata-kata bernada mengancam kepada para siswanya. "Bagi saya sikap termasuk penilain penting yang akan mempengaruhi nilai siswa," jelasnya, Senin (31/5).
Menanggapi hal ini Drs. Emizal, M.Pd. M.Si ketua Jurusan Sosiologi, menjelaskan pada awal PL rata-rata mahasiswa mengalami kesulitan menghadapi para siswa di lokal. Hal ini dikarenakan mahasiswa PL tidak terbiasa menghadapi para siswa di sekolah. Pada mata kuliah microtaeching sebenarnya mahasiswa telah diberi bekal bagaimana tampil mengajar di depan kelas. Selain itu, mahasiswa juga telah dibekali konsep ilmu pendidikan seperti mata kuliah Pengantar Pendidikan, Belajar Pembelajaran, dan Perkembangan Peserta Didik. Memahami. "Mata kuliah ini akan sangat membantu mahasiswa memahami lingkungan belajar dan kondisi siswa," terangnya, Kamis (10/6).
Persoalan ini tidak akan terjadi seandainya mahasiswa PL mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pakar Psikologi UNP, Dr. Marjohan, M.Pd., Kons, menerangkan kecemasan yang berlebihan akan semakin menghantui mahasiswa PL, jika tak pandai mengatasinya. Persiapan yang matang sebelum mengajar perlu diperhatikan, baik materi pembelajaran, mental, serta fisik mahasiswa. "Boleh cemas, tetapi tidak berlebihan," jelasnya, Jumat (9/7) lalu
Komentar (0)