Pedagang Kaki Lima (PKL) semakin marak di lingkungan UNP. Di depan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) contohnya, areal yang mestinya dijadikan taman dipenuhi oleh para PKL. Kehadiran PKL dengan bebasnya tanpa kontrol dari pihak rektorat tentunya menganggu keindahan kampus. Hal ini dirasakan oleh Edrianosmoy, mahasiswa Teknologi Pendidikan TM 2009. Ia mengatakan pekarangan taman yang berada di sepanjang jalan di depan FIS sudah tidak teratur lagi disebabkan kian banyaknya pedagang dari hari ke hari. "Seharusnya pihak kampus menertibkan PKL yang berjualan di lingkungan UNP"," ujarnya Kamis (29/9).
Tak jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh Indra, mahasiswa Fakultas Ekonomi TM 2009. Ia sangat menyayangkan keindahan dan kesejukan taman yang berada di depan FIS hanya dimanfaatkan bebas oleh para pedagang. Menurutnya banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan mahasiswa sekitar daerah tersebut, seperti halnya diskusi serta acara-acara organisasi. "Sangat disayangkan kalau hanya dijadikan sebagai tempat berjualan oleh para PKL," ungkap Indra Jumat (30/9). Ia menambahkan mestinya disediakan lahan oleh pihak kampus untuk para pedagang.
Namun, tak semua mahasiswa merasa terganggu dengan adanya kehadiran PKL di depan FIS. Ade Surya, mahasiswa Pendidikan Ekonomi TM 2009 menyambut baik kehadiran PKL. Menurutnya kehadiran PKL bisa menjadi tempat santai bagi mahasiswa sambil menikmati jajanan oleh para PKL.
Salah seorang pedagang teh Pocy mengaku telah berjualan di depan FIS selama enam tahun. Selama berjualan di lingkungan UNP, ia pernah mendapat teguran dari pihak keamanan kampus. "Namun teguran itu hanya belaku untuk sementara, setelah beberapa hari kami kembali lagi berjualan," jelasnya Kamis (29/9). Menurutnya hal itu disebabkan tidak adanya peraturan dari pihak kampus yang terlalu mengikat para PKL. "Kalaupun ada teguran, kami akan pindah sesuai dengan teguran yang diberikan."
Tidak adanya kontrol dari pihak universitas terhadap para PKL juga diakui oleh pedagang pecal dan lontong yang tidak bersedia disebutkan namanya. Ia mengaku semenjak 2009 tidak ada teguran untuk berjualan dari pihak UNP. Akibatnya ia makin berani memakai lahan taman dan aspal yang semestinya tidak digunakan untuk berjualan. "Saya menambah meja dan kursi ke bagian aspal, yang lain pun demikian," akunya, Kamis (29/9).
Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Pengamanan UNP, Zulkifli Syakha mengatakan bahwa PKL telah ada sejak lama di lingkungan kampus. Sampai saat ini pihak keamanan telah berupaya menertibkan PKL yang berjualan di sembarang tempat. Tindakan yang telah diberikan kepada PKL berupa peringatan dan bahkan ada beberapa gerobak pedagang yang diamankan. "Namun mereka tetap mengabaikan hal itu," ungkapnya Kamis (29/9)
Komentar (1)