Menghadapi revolusi industri, kita tidak boleh pesimis, masih banyak bidang pekerjaan yang bisa dikembangkan oleh pribadi kita masing-masing. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Presiden RI Jendral TNI (Purn), Dr. Moeldoko, S. IP., pada upacara wisuda ke-110 Universitas Negeri Padang (UNP) di Auditorium, Jumat (16/3).
Moeldoko menyampaikan bahwa pada saat ini, ada 20 resiko yang akan mempengaruhi kondisi global, diantaranya kehidupan dimasa mendatang lebih efisien, pekerjaan manusia akan banyak dikerjakan oleh robot, negara yang menjadikan minyak sebagai basis ekonomi akan koleb dan sebagainya.
Mengantisipasi hal yang demikian, Moeldoko menghimbau agar mahasiswa UNP bisa membangun keunggulan yang dimiliki. Pada masa revolusi industri, mahasiswa tidak hanya mengandalkan keunggulan koperatif, namun juga bangun keunggulan kompetitif.
"Untuk itu hanya manusia-manusia yang memiliki keunggulanlah yang terdeteksi di tengah-tengah turbelensi seperti itu," jelasnya.
Di tengah dunia yang semakin berkembang, Moeldoko menyarankan agar petuah para pendiri bangsa digunakan sebagai pegangan. Petuah dari Sutan Sahrir salah satunya yang berbunyi: "Dan hanya semangatkebangsaan yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusian yang dapat mengantarkan kita maju kedalam sejarah dunia".
"Mempedomani petuah para terdahu merupakan salah satu cara untuk dapat menghindari kesalahan dimasa sekarang" ujarnya.
Lebih lanjut, Moeldoko mengungkapkan bahwa sebagian besar dari negara yang hebat, diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan sumber daya manusianya yang baik.
"Sebagian besar dari anak-anak sekalian akan mengisi ruang- ruang tersebut," tutupnya.
Komentar (0)