Berdasarkan data global kompetitif indeks Work Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36 dari 137 negara. Hal ini menjadikan Indonesia naik lima peringkat dari tahun sebelumnya, yakni di posisi 41. Meski demikian, Indonesia masih berada di bawah urutan Thailand 32, Malaysia 23, dan Singapura 3.
Terlepas dari itu, Human Development Index (HDI) Indonesia mengalami peningkatan terutama dari aspek kualitas hidup dan kesetaraan gender. Adapun hasil tersebut dirilis langsung oleh United Nation Development Program Perserikatan Bangsa-Bangsa pada awal 2017 lalu.
Walaupun demikian, Indonesia masih perlu memperbaiki kesenjangan antara HDI wanita dan pria, serta ketidakmerataan HDI setiap provinsi. "Indonesia punya peluang besar untuk peningkatan HDI," ujar Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph.D., pada Sidang Wisuda ke-110 di Auditorium UNP, Jumat (16/3).
Ditinjau dari hal lain, berdasarkan survei pemetaan potensi dan keunggulan seluruh negara di dunia yang dilakukan oleh Work Economic Forum pada 2017 lalu, Indonesia menjadi kandidat terkuat sebagai global leader, bersama dengan China, Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia. Hal ini mengharuskan Indonesia untuk segera berbenah dalam pembangunan bangsa, guna menjadi negara yang unggul dalam berbagai indikator. "Itu bermakna bahwa dunia mengakui potensi Indonesia di era revolusi indutri keempat (Revolusi Industri 4.0)," ujar Ganefri.
Pengakuan Work Economic Forum, kata Ganefri, menjadikan Indonesia unggul dari negara tetangga seperti, Thailand, Kamboja Vietnam, dan Filipina yang hanya sebagai followers saja.
Komentar (0)