Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan peringatan Hari Perempuan Internasional di Pantai Muaro Lasak, Sabtu (10/3).
Ketua pelaksana, Fitri mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak dan menciptakan dukungan terhadap perlindungan untuk perempuan korban dan pencegahan seksual, serta mengawal penghapusan perundang-undangan kekerasan seksual yang saat ini tidak mulus. "Semoga dengan adanya peringatan, undang-undang itu bisa disahkan," harapnya.
Senada dengan Fitri, Tenaga Analis pemeriksa kesehatan, Sofinarti, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah hal positif. "Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian acara ini, serta pemeriksaan kesehatannya," ujar Sofinarti.
Rangkaian acara ini dimulai dengan senam pagi yang dilanjutkan dengan menyanyikan mars padusi pemeriksaan kesehatan HIV Aids, pembacaan puisi, penampilan teater yang, dan ditutup dengan aksi bersih-bersih pantai.
Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati pada tanggal 28 Februari 1909 di New York oleh partai sosialis. Namun, penyebab utama diadakananya Hari Perempuan Internasional adalah adanya demonstrasi yang dilakukan oleh perempuan untuk menolak ketidakadilan pada 8 maret 1917, sehingga memicu terjadinya revolusi rusia. Pada 8 Maret 1997, PBB menetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional guna memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam mengangkatkan acara ini, Walhi Sumbar bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Women Crisis Center Nurani Perempuan Sumbar, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Ham Indonesia wilayah sumbar, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
Komentar (0)