Beberapa hal yang harus diperhatikan wartawan dalam menulis berita online. Pertama dari segi kosa kata. Wartawan harus berhati-hati pada penggunaan kosa kata dalam penulisan berita.
Jika ada kata-kata yang diragukan, maka lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan maknanya atau kebenaran penulisannya. Misalnya kata shelter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi selter.
Hal itu disampaikan Yola Sastra, Alumni Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto pada Diskusi rutin Ganto setiap minggu di Gedung Student Center Universitas Negeri Padang, Jumat (2/3).
Kedua, Yola menjelaskan bahwa menulis berita online harus memperhatikan segi kronologisnya. Isi yang disampaikan harus jelas berurutan sehingga pembaca tidak ambigu dalam memaknainya. "Membuang informasi yang tidak jelas," ungkapnya.
Ketiga, dari segi informasinya. Pelaku yang melakukan kesalahan harus dicantumkan pelanggaran apa yang diperbuatnya lalu ditulis apa hukumannya. "Apa yang mereka lakukan sehingga janggal," ujarnya.
Ia juga mengatakan, narasumber utama yang mengetahui suatu kejadian seharusnya dibuat nama aslinya bukan nama samaran. Jika narasumber tidak mau, maka seorang wartawan harus bisa melihat kondisi atau keadaan narasumber.
Nama samaran boleh dicantumkan apabila pelaku kejadian misalnya Lesbian Biseksual Gay Transgender.
Terakhir, hal yang harus diperhatikan dalam menulis berita online adalah menggunakan kalimat jurnalistik sehingga ketika dibaca, pembaca langsung paham. Selain itu, kalimat menggunakan pola S-P-O-K dan setiap paragraf maksimal terdiri dari 10-11 kalimat. "Usahakan kalimatnya pendek tetapi jelas," pungkasnya.
Komentar (0)