Muslimah cerdas harus peka dalam mendidik hati. Salah satunya dengan senantiasa bersikap sopan dan tidak menyakiti hati orang lain.
Hal itu diungkapkan oleh Alumni Forum Studi Dinamika Islam (FSDI) Belia Laksmi Masril, S. Pd., pada Forum Annisa yang diadakan FSDI Fakultas Ilmu Sosial di ruang kelas Gedung Terpadu Universitas Negeri Padang, Jumat (2/3).
Belia menjelaskan bahwa muslimah cerdas ketika berdialog dengan seseorang, tidak membicarakan keburukan orang lain. "Kita harus pembawa solusi. Kalau ada teman membicarakan orang lain, maka kita harus menghentikannya," ujarnya.
Ia menambahkan, muslimah cerdas juga harus mengucap bismillah ketika mengawali suatu kegiatan supaya aktivitas yang dilakukan berkah.
Tidak hanya cerdas, muslimah juga harus berprestasi. Untuk menjadi muslimah berprestasi tidak cukup dengan kesolehan saja, tetapi juga harus belajar. Artinya, meningkatkan amalan-amalan juga harus didukung dengan sikap dan pikiran yang cerdas.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa muslimah yang cerdas dan berprestasi adalah muslimah yang kritis. Selain harus mengasah kreativitas diri, untuk menjadi muslimah kritis harus memiliki wawasan luas agar dapat menyampaikan pendapat atas pertanyaan orang lain.
Di akhir penyampaian materinya, Belia menyimpulkan bahwa untuk menjadi muslimah yang cerdas, berprestasi, dan kritis, muslimah harus kerja tuntas, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Komentar (0)