Jurnalis senior Indonesia, Nurjaman Mochtar hadir sebagai pemateri pada kuliah umum "Expert Sharing Belajar dari Broadcaster Senior." Acara ini merupakan kerjasama antara Universitas Negeri Padang (UNP) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI) dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 di Auditorium UNP, Kamis (8/2).
Dalam paparannya, Nurjaman menyampaikan bahwa ketika kita menshare berita harus berpandai-pandai. Seharusnya berita yang dishare itu jelas atau dapat diterima oleh akal manusia, bukan berita bohong atau hoaks, kemudian apakah berita yang dishare tersebut bermanfaat bagi orang banyak. "Pengguna media harus bisa memilah-milah informasi yang diterimanya ketika mensharenya dengan yang lain," jelasnya.
Perjalanan broadcaster zaman dulu memang cenderung kaku, beritanya selalu tentang kegiatan pemerintahan, aturan yang ketat. Namun seiring kemajuan teknologi informasi kita telah mengalami perubahan.
Lebih lanjut, Nurjaman menjelaskan pada zaman milenial atau sering disebut zaman now tidak ada aturan yang terlalu mengikat, setiap orang bebas melakukan siaran dimana dan kapan pun, baik siaran di facebook, twitter, instagram dan lainnya. "Ini merupakan tantangan sendiri untuk kita, supaya lebih bisa memilah. Kuncinya kita harus memiliki konten yang baik dalam segi kreativitas," jelasnya.
"Menjadi seorang broadcaster tidaklah susah, ada beberapa tugas yang dilakukan," ungkapnya. Adapun tugas tersebut pertama, ketika berita kita panjang, kita harus memendekkannya dan ketika berita itu pendek namun menarik kita bisa memanjangkannya. Kedua, membuat sesuatu yang sulit menjadi sederhana. Ketiga, menjadikan sesuatu yang tidak menarik menjadi menarik dengan kreativitas yang dipunya.
Komentar (0)