Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan "Surat Cinta" kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo melalui Mentri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Jumat (9/2).
Isi surat cinta tersebut merupakan aspirasi dari Aliansi BEM Sumatera Barat yang berisikan kajian dan tuntutan untuk Joko Widodo. Hal itu rencananya akan disampaikan pada kuliah umum bersama Joko Widodo di Auditorium UNP pada tanggal 8 Februari 2018, namun beberapa hari sebelum kuliah umum berlangsung, tidak didapatkan informasi tentang kepastian kuliah umum tersebut. Selang beberapa waktu, Presiden BEM UNP Tanzilal Wanda Riski mendapatkan informasi dari rektor UNP Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D. bahwa kuliah umum tersebut diundur ke tanggal 9 Februari.
Informasi kembali didapatkan oleh BEM UNP pada 9 Februari 2018, bahwa kuliah umum dengan Joko Widodo tidak jadi dilaksanakan dan diganti dengan kuliah umum bersama Menristekdikti sekaligus meresmikan gedung baru Fakultas Bahasa dan Seni serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Setelah dihubungi, Wanda membenarkan hal tersebut.
Isi tuntutannya sebagai berikut, menuntut koordinasi yang baik antar instansi atau lembaga pemerintah sehingga tidak merugikan rakyat, menuntut pemerintah untuk melakukan pemutakhiran data di bidang pertanian agar kebijakan yang dikeluarkan lebih valid, menolak keras tindak kekerasan terhadap ulama, menuntut lembaga yang berwajib mengusut tuntas kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap ulama serta menuntut pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap ulama, merevisi UU migas mengenai penyetaraan BUMN dan swasta serta mengambil alih pengelolaan migas nasional yang masih produktif, meminta realisasi janji kampanye Jokowi-JK mengenai kedaulatan energi.
Selain menyampaikan tuntutan, Aliansi BEM Sumatera Barat juga menawarkan solusi sebagai berikut, mengingatkan semua pihak terkait untuk bisa amanah serta profesional dalam mengemban tugas dan wewenangnya, kembali menghidupkan koperasi sebagai media ketahanan ekonomi Indonesia, pemasifan sosialisasi dunia pertanian agar para pemuda bangsa sadar akan potensi Indonesia sebagai negara agraris meningkatkan kecintaan dan kebanggaan profesi petani, meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Solok dan Sumatra Barat maupun pemerintah pusat, rencana pembangunan geothermal di kawasan gunung Talang, kabupaten Solok agar ditinjau ulang kembali dengan berbagai pertimbangan yang sudah dijelaskan.
Komentar (0)