Praktisi pendidikan di selingkungan UNP secara bersama-sama hendaknya mampu melahirkan sumbar daya manusia yang cerdas, berkualitas, serta berkarakter. Pengoptimalan prestasi belajar selalu menjadi poin utama dalam dunia pendidikan. Hal ini disampaikan Rektor UNP Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M.Pd, di depan 565 wisudawan/wati di GOR, Sabtu (12/6) lalu, dengan judul orasi ilmiah Kebangkitan Bangsa dan Cermin Hasil Pendidikan.
Ia mengajak kepada semua yang hadir untuk kembali mengingat beberapa peringatan hari kebangkitan nasionalisme yang diperingati beberapa waktu yang lalu, seperti Hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan bangsa adalah ciri awal nasionalisme pada masa kolonial. Kebangkitan nasional yang telah berjalan seratus tahun lebih, setidaknya mampu memberikan suatu kesadaran akan nilai-nilai luhur kebangsaan yang tidak boleh hilang ataupu memudar. Kebangkitan bangsa setidaknya menjadi momen penting dalam menyonsong suatu pendidikan yang berkarakter.
Mawardi menjelaskan, Ujian Nasional (UN) hendaknya dapat dijadikan sebagai salah satu tolak ukur atas keberhasilan pendidikan pada suatu bangsa. Keinginan untuk menghasilkan lulusan 100% dalam UN diharapkan tidak berarti lulus dengan segala cara. Hal ini berakibat kepada adanya penyimpangan dalam pelaksanaan UN. "Dan kemudian dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab," ungkapnya.
Pada wisuda periode Juni yang ke-88, jumlah wisudawan/wati program SI sebanyak 363 dengan rincian: Fakultas Ilmu Pendidikan sebanyak 57 wisudawan, Fakultas Ilmu Keolahragaan sebanyak 21 wisudawan, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial sebanyak 80 wisudawan, Fakultas Ekonomi sebanyak 69 wisudawan, Fakultas Bahasa Sastra dan Seni sebanyak 75 wisudawan, serta Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 61 wisudawan. Sementara dari program Pascasarjana dan Magister Manajemen masing-masing sebanyak 97 wisudawan dan 42 wisudawan. Pri
Komentar (0)