Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Bedah Buku "Hambalang Mengguncang" bersama Bambang Widjojanto selaku penulis buku serta Komisioner Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) periode 2011-2015 dan Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, Jumat (22/12).
Rektor UNP, Prof. Ganefri, P.hD., dalam sambutannya mengatakan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa karena bisa menghancurkan negara. Ia juga menjelaskan bahwa Cina bisa bangkit karena bisa memberantas korupsi hingga ke akarnya. "Memberantas korupsi harus sampai tuntas dan tidak pandang bulu siapa pelakunya," ujar Ganefri.
Dalam pemberantasan korupsi ini, kata Ganefri, mahasiswa berperan untuk mensosialisasikan agar budaya korupsi dihilangkan dan tidak ada lagi di Indonesia. Sebab, 80 persen yang terjerat kasus korupsi adalah lulusan perguruan tinggi. UNP sendiri, untuk saat ini sudah mempunyai pusat kajian gerakan bersama anti korupsi (Gebrak).
Bertepatan di hari yang sama, KPK meresmikan Pojok KPK di Perpustakaan Pusat UNP serta menyumbangkan 170 buku. Hingga 2017 ini, kata Febri, Pojok KPK tersebut hanya ada dua di Indonesia, yaitu Yogyakarta dan Padang.
Febri mengatakan, letak pojok KPK diabaratkan tendangan pojok pada permainan bola kaki yang ditakuti oleh semua keeper, karena tendangan tersebut sangat berpotensi untuk menghasilkan gol. "Pojok dipilih dengan harapan dari pojok tersebut akan tersebar ke semua bagian dalam gedung ini," harap alumni SMAN 4 Padang tersebut.
Lebih lanjut, Febri mengatakan bahwa Pojok KPK akan sepi jika mahasiswa tidak ada niat untuk mempelajari lebih lanjut isu kasus korupsi.
Komentar (0)