Mengusung tema "Pemuda Hebat, Cerdas Menggunakan Media" Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatra Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumbar mengadakan Seminar Literasi Media di Aula Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Sumbar, Kamis (21/12).
Seminar ini menghadirkan beberapa pemateri. Di antaranya, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. H. Shofwan Karim Elhussein, MA., Ketua KPID Sumbar Afrianto, M.Pd., Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumbar, Rino Zulyadi, SS., M.Pd., dan Ketua Jurusan Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Murisal, M.Pd.
Dalam paparannya, Shofwan menjelaskan tentang "Media Jendela Dunia". Bahwa pilar keempat demokrasi adalah media, setelah legislatif, yudikatif, dan eksekutif. "Sangat penting bagi pemuda untuk cerdas dan selektif dalam menggunakan media sosial. Media sosial bagai pisau bermata dua. Tidak hanya bisa mengekspos seseorang, media sosial juga bisa berwujud bentuk baru kriminal," jelasnya.
Senada dengan Shofwan, Ketua Jurusan Psikologi UIN Imam Bonjol, Murisal mengungkapkan bahwa media sosial memberikan dampak yang beragam. Selain bisa menjadi media pengungkapan diri juga bisa membuat orang menimbulkan iri hati, kecemasan, dan konflik.
Lebih lanjut, Murisal menjelaskan penanganan yang dapat dilakukan untuk pecandu media sosial. Di antaranya, mengubah kebiasaan sosialisasi di dunia maya ke dunia nyata, mulai memperhatikan lingkungan sekitar dan mengurangi penggunaangadget, mengalihkan perhatian untuk mempergunakan waktu pada kegiatan yang lebih bermanfaat, dan menetapkan waktu maksimal menggunakangadget.
Berbeda dengan Shofwan dan Murisal, Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sumbar, Rino lebih membahas mengenai peluang dan tantangan dalam menggunakan media. "Ada tiga fungsi dalam menggunakan media. Pertama, media memberikan informasi. Kedua, memberikan edukasi. Ketiga, memberikan hiburan," jelasnya.
Peluang adanya media sosial sangat luas memberikan pemasukan, tapi tantangannya juga sangat luar biasa. "Hoaks misalnya, adalah hal yang berbahaya yang patut diwaspadai pengguna media sosial. Bila satu saja berita hoaks tersebar tiap harinya betapa banyak berita itu akan tersebar di dunia maya," ungkapnya.
Komentar (0)