"Tidak semua wartawan bisa liputan mendalam, tetapi liputan mendalam itu pekerjaan wartawan," ujar Pimpinan Redaksi Klik Positif, Andika D. Kagen dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Madya (PJTM) di Aula Gedung Serba Guna Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Minggu (17/12).
Pada acara yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang ini, Andika memaparkan bagaimana merancang liputan mendalam untuk wartawan tingkat madya atau redaktur.
Lebih lanjut, Andika mengatakan bahwa liputan mendalam berbeda dengan liputan biasa atau strike news. Strike news mengutamakan kecepatan update berita.
"Berita strike news cepat basi, berbeda dengan berita mendalam yang tidak terikat waktu," ujarnya.
Wartawan yang meliput strike news, kata Andika, cendrung meminta pendapat narasumber, bukan menulis sebab-akibat yang diwajibkan pada berita mendalam. "Sebab-akibat adalah prosedur utama dalam berita mendalam," jelas Andika.
Andika Juga memaparkan bahwa sistem pada strike news adalah piramida terbalik. maksudnya, informasi yang disajikan berawal dari yang sangat penting. "Semua paragraf dalam berita itu penting. Hanya saja, dalam penulisan strike news, informasi sangat penting berupa 5W+1H yang didahulukan," ujar Andika yang merupakan alumni LPM Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang.
Menggarap liputan mendalam memang tidak mudah. Kata Andika, seorang pakar mengatakan, liputan mendalam inilah yang seharusnya dikerjakan wartawan. Untuk Strike news,sudah ada citizent Jurnalism yang melakukan.
"Bukan berarti tidak boleh membuat strike news. Pekerjaan utama wartawan adalah liputan mendalam, sedangkan strike news sebagai sampingan," ujarnya.
Komentar (0)