Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah FBS UNP mengadakan pelatihan menjadi wartawan televisi, Minggu (16/10). Acara yang berlangsung di Aula FBS tersebut mendatangkan langsung wartawan yang bekerja di media televisi nasional,, antara lain: Reporter Trans7, Rino Zulyadi dan juga koresponden ANTV di Sumatera Barat, Novrizal.
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Prof. Dr. Ermanto, M.Hum., mengharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri mahasiswa Sastra Indonesia untuk bersaing bekerja nantinya. "Saya mengharapkan agar mahasiswa bisa mendapatkan motivasi setelah mengikuti acara ini," ungkapnya (16/10). Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kesempatan bekerja bagi mahasiswa lulusan Sastra Indonesia sangat terbuka lebar, salah satunya menjadi seorang wartawan televisi.
Salah satu pemateri acara tersebut, Rino Zulyadi mengatakan bahwa menjadi seorang wartawan merupakan profesi yang sangat bermanfaat. "Wartawan adalah suatu profesi yang sangat dihargai," ungkapnya dihadapan 200 peserta. Rino yang juga merupakan alumni Sastra Indonesia UNP mengatakan, bahwa untuk menjadi seorang wartawan televisi diharuskan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. "Selain harus lulusan S1, wartawan itu harus berani dan memiliki rasa percaya diri," katanya (16/10).
Ketua Pelaksana, Zulfadlhi, menjelaskan bahwa acara ini kedepannya akan menjadi rutinitas di Prodi Sastra Indonesia dan akan dilaksanakan dua kali dalam satu semester. " Untuk acara perdana saja saya sudah melihat antusisme yang tinggi dari para mahasiswa, saya mengharapkan mereka bisa membaca peluang untuk terjun ke dunia kerja setelah mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini ", ungkapnya.
Yuliza, mahasiswa sastra Indonesia TM 2008 mengaku sangat tertarik untuk mengikuti acara ini. " Tujuan saya mengikuti acara ini supaya ada pegangan untuk kedepannya," tuturnya, Minggu (16/10). Duni, Via
Komentar (0)