Kepemimpinan adalah bukan tentang jabatan dan kekuasaan, tetapi bagaimana karya seorang pemimpin mampu mempengaruhi dan memotivasi bawahannya.
Hal itu disampaikan oleh Directur Academy Public Speaking Indonesia, Iwan Popi Laya, pada acara Seminar Nasional Pelatihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi yang diadakan Himpunan Mahasiswa Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang di Ruang Serba Guna FT UNP, Sabtu (9/12).
Dalam paparannya, Iwan mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai jiwa organisatoris. Maksudnya, pemimpin tidak hanya diam saja, tetapi dia harus aktif dalam mengeluarkan pendapat. "Pemimpin harus berani, baik itu di dalam kelas maupun di kegiatan-kegiatan lainnya," ujarnya.
Tidak hanya dilihat dari sisi berorganisasi, kata Iwan, seorang pemimpin juga harus mahir di berbagai sisi. Contohnya, mempunyai jiwa kerja sama dan jiwa mendidik serta mengajarkan. "Misalnya, anggota tidak bisa buat proposal, maka pemimpin wajib mengajarinya," kata Iwan.
Pemimpin juga harus mengetahui permasalahan-permaslahan yang terjadi di sekitarnya. "Pemimpin harus peka terhadap anggotanya dan lingkungan sekitar. Tidak hanya tahu beberapa hal saja," sambungnya.
Menurut Iwan, hal yang penting dalam kepemimpinan adalah pemimpin tidak hanya menuntut untuk dilayani tetapi juga turut melayani anggotanya sebagai mana mestinya. "Pemimpin bukan dewa yang harus selalu dilayani kehendaknya tanpa memikirkan anggotanya yang berkerja," tutupnya.
Komentar (0)