Prof. Dr. Prayitno, M.sc, Ed, menjelaskan, kekuatan seorang guru dalam mencerdasakan bangsa, dapat dilihat dari sikap profesionalitas seorang guru sebagai pendidik. Kemudian, lagu Himne Guru sebaiknya dijadikan salah satu padanan untuk menjadi sosok guru profesional. Manusia terpuji, menjadi kenangan indah bagi siswanya, penuh pengabdian terhadap tugasnya, pelita dalam kehidupan, embun penyejuk dalam kehausan dan pahlawan tanpa tanda jasa. "Bagaimana bisa menjadi guru professional, jika sering berkata kasar, melalaikan tanggung jawabnya dan menyuruh atau membiarkan muridnya mencontek saat uiian," ujarnya, Sabtu (15/10).
Disamping itu, Ia menambahkan, proses pendidikan tidak semata-mata hanya mentransfer teori pembelajaran saja, namun seorang guru harus mampu memasukan nilai-nilai agama pada bidang studi yang diajarkannya. Hal itu dalam rangka menanamkan kekutan spritual kepada peserta didik. Sehingga, peserta didik mampu mengendalikan diri, berbudi pekerti yang baik dan memiliki keterampilan. Materi kedua dilanjutkan oleh Dr. Bukhari Nurdin, M.Si. Ia menyampaikan peranan guru sebagai motivator bagi muridnya. Materi terakhir disampaikan oleh Hendri Andi Mesta, S.E, Ak, M.M., yang menjelaskan kontaminasi zionis Israel terhadap pendidikan di Indonesia.
Syahri Ramadani Putri, mahasiwa Pendidikan Bahasa Inggris 2009, sebagai peserta memberikan kesan positif terhadap tiga materi tersebut. Ia mengatakan materi yang disampaikan sangat menarik, memberikan motivasi dan pengetahuan-pengetahuan baru yang selama ini tidak diketahunya. "Semoga esok jika menjadi guru, ilmu yang didapatkannya di seminar ini bisa diaplikasikan dalam sistem pembelajaran di sekolah," harapnya, Sabtu (15/10).
Ketua pelaksana Supriadi, mahasiswa Pendidikan Geografi 2009 menyampaikan tujuan seminar adalah memberikan pengetahuan kepada pengajar atau calon pengajar tentang peran penting seorang guru sebagai pencetak generasi muda bangsa dan agama. Melalui seminar tersebut diharapkan guru mampu membentuk karakter peserta didik berbudi luhur dan menanamakan nilai-nilai spritual. "Guru tidak hanya mengharapakan imbalan jasa namun, guru bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan," jelasnya, Sabtu (15/10). Kemudian Ia menambahkan, acara tersebut juga dihadiri oleh peserta di luar UNP sebanyak 135 orang. Mereka berasal dari Universities Bung Hatta, Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan, baik dari kalangan dosen, guru maupun mahasiswa
Komentar (0)